2.5.11

Malu-Maluin Katanya....



Mungkin karena masih gemes, akhirnya terlahir juga posting ini. Udah lama juga nih ga posting :D konon katanya ibu hamil perasaannya akan sangat sensitif jika dicolek sedikit aja. Sementara saya ini pribadi yang sensitif dari sananya. Maka jadilah kehamilan menjadi super sangat sensitif hehehe...

Alhamdulillah, sudah masuk 16 minggu nih, dan hari minggu pagi kami mengadakan pengajian dalam rangka wujud syukur kepada Allah SWT karena telah diberi amanah sekaligus rizki yang tak terkira. Keturunan. Masih berasa mimpi dengan semua ini, walo pengalaman semasa kehamilan tentu tak terasa mimpi hehehe...

Oya, gemes ini muncul setelah pengajian dilaksanakan dengan lancar. Ada sesi terharu dan nangis mellow nya sedikit ketika saya membacakan doa untuk jabang bayi. Tapi sekaligus merasa bahagia dengan kehormatan ini :)

Ketika pengajian telah usai, saya bercengkrama dan ngobrol dengan keluarga besar. Membahas kabar ini itu, ngalor ngidul, pokoknya happy lah :D

Setelah waktu menginjak pukul 14.00, ada yang ingin pulang karena ada keperluan lain. Saya ga usah sebut siapa karena itu ga penting :) tiba-tiba saat pamit pulang ia berbisik, "ulah mabok wae atuh, ngerakeun pisan!" (Baca: jangan mabok terus, malu-maluin amat!)

Sontak saya sempet tertegun, kaget! Tapi kemudian saya segera menguasai diri dan menganggapnya sebagai doa. Sembari tersenyum saya jawab, "mudah-mudahan, makasi doanya". Dan pulanglah ia. Sambil terus kugumamkan istighfar dalam hati.

Tapi karena perasaan super sangat sensitif, malam ini teringat lagi kata-katanya. Hmm... Apakah mabok ngidam ini keinginanku sendiri? Sepertinya tidak, setauku ini proses adaptasi tubuh karena ada makhluk mungil terindah sedunia yang akan mengisi rahimku.

Malu-maluin?! Apakah saya telah berbuat salah sehingga memalukan nama keluarga? Tentu tidak. Apakah saya sudah membuka aib sehingga jadi malu-maluin? Jelas tidak. Jadi... Dimana dong ya letak malu-maluinnya? Saya jadi bingung deh dengan pilihan kata-katanya.

Tapi kemudian, hati kecil saya segera menghibur. "Sudahlah sayang, ga usah terlalu dipikirkan. Maklum aja, dia kan belum pernah mengalami peristiwa terindah ini. Jadi dia ga tahu, dan dia belum merasakan."  Ya, ya, ya... Ini bisa jadi argumentasi tepat yang bisa diterima oleh saya :)

Saya sangat menikmati kehamilan ini. Saya bahagia dan bersyukur dengan setiap detik pada nikmat yang diberikan Allah pada saya. Begitu pula Aay. Walo bingung dengan yang menimpa istrinya saat ini, tetapi dia tetap support :) mudah-mudahan perasaan mengganjal ini segera hilang besok pagi. Selamat malam peri kecilku, tidur yang nyenyak ya :-*

Gambar dari sini :)

Do and Don't untuk Hamil


Sumber dari ayahbunda.co.id