28.11.10

Don't Worry

Don't worry sayang...
Aku akan jadi pelipur lara bagimu
Penyejuk hati ketika melihatku
Penghangat kalbu di kala gundahmu

Don't worry sayang...
Aku siap jadi telinga
Aku siap jadi hati kedua setelah hatimu
Aku siap jadi tangan yang selalu memelukmu
Aku siap jadi bahu bersandarmu
Aku siap jadi ghirahmu

Don't worry sayang...
Hiasi senyummu selalu di setiap pagiku
Karena kusuka senyum tulusmu
Teruslah tersenyum optimis
Everythings gonna be ok
As long as we still love each other
Because of Allah

26.11.10

Apa Bedanya

Dulu... pertanyaannya: "Kapan nih resminya? Mau nunggu apalagi sih?"
Sekarang, pertanyaannya lebih kompleks: "Gmana sekarang perasaannya? Seneng ga?"

Hmm... Jawabannya selalu sama, saya jawab dengan senyuman :)

22.11.10

Susundaan

Postingan ini lahir karena tantangan dari milis Blogger Bogor, semoga bisa diterima dengan cara yang seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya ;)

Parantos 7 dinteun kalangkung tur sampurna
Alhamdulillah :)
Teu sabar ngantosan dinteun-dinteun salajeungna
Ngempeulkeun amal, ngaharep tiasa metik pahala
Nuju ngamimitian
Akhirna tiasa ningali pinuh pamenteu
Sim abdi ngaos Bismillah
Bungah karaos teu kaetang dina dada

Aay...
Bungah tiasa nyarengan Aay...
Bangga tiasa ngahareupan hirup sasarengan jeung Aay
Pamuga du'a urang kapungkur, ayeuna sareng kapayun
Aya dina kaberkahan Allah Nu Maha Luhur tur Agung
Amiin.

20.11.10

Jadi Ibu Ga Boleh Lupa Jadi Istri!


Tersentak (lebay!) ketika membaca satu note di #fb, "Jangan Lupa Menjadi Isteri ketika Bergelar Ibu". Maksudnyaaaa? Karena judulnya menarik, terus kubaca postingan itu, walo agak tersendat karena yang posting orang Malaysia.

Setelah setengah membaca postingannya, jadi terinspirasi untuk posting juga. Terpaksa cuma setengah bacanya karena momz udah ehm-ehm untuk matiin kompi melihat jam browsing udah lewat banget! (baca: kemaleman). Jadi mau ga mau, dengan berat hati dan beratnya badan (yang kedua ga ada hubungannya), saya mematikan kompi.

Sekarang postingannya mulai serius ya, di atas cuma pengen aja sesekali posting rada-rada ga jelas :P

Menurut postingan itu, entah berapa banyak seorang ibu memiliki anak: satu, dua anak, 5 anak, 10 anak, biasanya akan "sedikit-banyak" melupakan perannya sebagai istri. Tanpa mengindahkan betapa penat ditambah stresnya kegiatan suami ketika bekerja, istri cuek aja ketika suami pulang.

Dulu biasanya ketika suami pulang, "Abi, mau dibikinin minum apa?" "Abi, mau dinner apa?" "Abi cape nih keliatannya, mau cerita?". Pokoknya segala perhatian dicurahkan oleh istri, semata-mata bentuk pengabdian istri terhadap suami. Eittss.. Pengabdian disini bersifat positif ya, maksudnya memberikan kasih sayang dan perhatian kan sudah jadi kewajiban suami istri biar langgeng gtu... *sok tau padahal baru mau memulai*

Ketika sudah ada anak, "Abi, makanan sudah ada tuh, ambil sendiri ya" "Apa?! Minta diambilin minum? Ambil sendiri deh, aku lagi sibuk ngurus anak nih!"

Menurut postingan ini, dua paragraf di atas, menandakan bagaimana seorang wanita melupakan perannya sebagai seorang istri ketika sudah bergelar ibu. Hmmm... Make sense!

Menurut saya sih, ini bisa dilihat dari berbagai sisi. Pertama, seorang suami selayaknya mengerti posisi seorang istri yang sekaligus menjadi ibu, ketika istri sedang mengurus anak dan tak bisa ditinggal urusannya, sebaiknya suami membantu pekerjaan istri dengan memenuhi kebutuhannya sendiri jika memang mampu. Atau menunggu istri, sampai urusannya selesai jika memang bisa menunggu.

Kedua, perlu adanya komunikasi dan saling mengingatkan dengan penuh kelembutan (baca: ga marah or sewot) bagaimana sebaiknya peran istri bisa terus dilakukan tanpa mengganggu peran ibu.

Ketiga, setelah nulis poin satu dan dua, baru nyadar kalo ternyata menjadi seorang istri sekaligus ibu ga gampang ya, hikss... Maafkan aku momz, jika pernah terucap kata, terbentuk sikap, atau perilaku yang mengganggu hatimu, maafin ya momz! Luv u!

Lanjut... Disini saya melihat seorang wanita harus cerdas dan pintar. Kenapa? Karena tanpa kecakapan, kepekaan, kelembutan, kecerdikan, daya kreasi, dan kreatifitas yang tinggi, seorang wanita akan sangat keteteran! Huufftt!

Untuk itu, saya pengen standing applause buat semua Ummi di luar sana, u have done a great job! Semoga saya bisa jadi kandidat terbaik untuk peran dobel ini, amiin.


Gambar dari sini.

11.11.10

1011 untukku


#HariPahlawan merupakan Hari Cinta untukku. Hari ini menandakan # tahun pertemuan yang menegangkan, membingungkan, menyenangkan, ngangenin, dan selalu kusyukuri. Pertemuan tak terduga oleh siapapun yang mengenal kita berdua. Pertemuan yang diatur langsung oleh Allah skenarionya.

Banyak ilmu didapat, terimakasih
Banyak bahagia terasa, terimakasih
Banyak cekcok menyenangkan, terimakasih
Banyak surprise menggemaskan, terimakasih
Banyak kreativitas tercipta bersama, terimakasih
Terimakasih...

Hari ini pun mengesankan, surprise dan sangat menyenangkan dilewati bertiga, dengan momz tersayang :-* Hal yang kau ungkap sebulan lalu, sesuatu yang kau inginkan, hari ini terwujud dengan investasi minim, yang semestinya akan mengeluarkan minimal 5 lembar "teks proklamasi". Alhamdulillah!

Semoga pertemuan yang menjadi kebersamaan ini, akan semakin indah dengan sebuah peresmian. Bersama, Bahagia, di Jalan Allah, amiin.


Gambar dari sini

9.11.10

Detik dan Menit

Menunggu hari
Menunggu menit
Sampai akhirnya menunggu detik
Datangnya hari itu...

Tak sabar rasanya, menikmati rasa membuncah dari tulusnya jiwa
Tak sabar rasanya, menyatukan jemari sehingga hati ini menjadi hangat terasa
Tak sabar rasanya, menjalin semua asa untuk tercipta bahagia

Jelang hari itu, ingin kutulis... hingga saatnya nanti...
Selamat datang calon suamiku ke dalam kehidupanku
Begitu pula aku, kunanti seluruh sendi keseharianmu

Semoga azzam, akan segera terwujud dalam ghirah yang menggelora
Semoga niat tulus ini senantiasa diiringi oleh kasih dan berkah Allah yang tak pernah putus untuk kita, amiin.



ahhh... maluuu...!!! MyEm0.Com

tapi ga nahan untuk segera posting...
sekali-kali lebay gapapa deh :P

8.11.10

Cemburu yang Terpuji


Ternyata cemburu juga dibolehkan kok, selama itu itu masih dalam batas yang dibolehkan. Sampai ada yang berkata, lelaki yang memiliki perasaan cemburu terhadap istrinya, berarti jantan. Sementara yang tidak punya rasa cemburu, berarti lemah kejantanannya wkwkwkwk... Wallahu alam.

Sahabat Abu Hurairah menerangkan, bahwa Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah adalah pencemburu. Kecemburuan Allah ketika ada seorang hamba datang kepada-Nya dengan perbuatan yang diharamkan.” (HR. Bukhari). Dalam buku "Menyayangi Istri, Membahagiakan Suami" karya Abu Muhammad Iqbal, Imam Al-Munawi dalam Kitab Faidhul-Qadir menerangkan: "Orang yang paling mulia dan paling bercita-cita tinggi adalah yang paling besar cemburunya. Orang mukmin yang cemburu terhadap hal yang semestinya harus dicemburui, maka dia memiliki sifat yang sesuai dengan salah satu sifat Allah. Barangsiapa yang sifatnya sesuai dengan sifat Allah, sifat itu akan diambil dan dimasukkan ke hadapan-Nya dan didekatkan dengan rahmat-Nya". Menurut buku ini, cemburu yang tidak melebihi batas kewajaran, adalah sangat disukai Allah. Kepadanya akan diberikan curahan rahmat.

Sahabat Jabir bin Ambarah menerangkan, bahwa Rasulullah bersabda, "Ada cemburu yang dicintai Allah, dan ada pula cemburu yang dibenci Allah. Cemburu yang dicintai Allah, adalah cemburu dalam keraguan. Sedang cemburu yang dibenci Allah adalah cemburu dalam ketidak-raguan." (HR. Nasai, Ahmad, dam Ibnu Hibban). Jadi maksudnya disini adalah, cemburu yang terpuji adalah cemburu yang disertai fakta nyata dan ada buktinya. Sedangkan cemburu yang tercela, adalah kecemburuan yang didasarkan pada praduga dan perkiraan belaka. Cemburu yang tercela dapat menyebabkan terhalangnya kemaslahatan karena adanya kesalahpahaman.

Menurut saya pribadi, cemburu bersifat sensitif dan terkadang sangat subyektif. Sehingga perlu adanya ukuran dalam syariat agama. Alhamdulillah dapet berbagai tambahan ilmu. Sehingga insyaAllah cemburu yang terjadi bisa ditakar dan bisa kita nilai apakah masih dalam batas yang sewajarnya.

Gambar nyomot dari sini.

3.11.10

Dzikirku

Rasulullah tak pernah lupa mengajarkan kebiasaan membaca AlQuran dan melafalkan dzikir setiap saat. Tidak pernah tertinggal bagaimana mengajarkan bacaan-bacaan dzikir kepada istri-istrinya maupun anak-anaknya :) Subhanallah!

Sahabat Anas bin Malik menerangkan bahwa Rasulullah bersabda kepada Fathimah, "Ya Fathimah, adakah sesuatu yang menghalangimu dari mendengarkan wasiatku, agar di waktu pagi dan sore engkau membaca: Ya hayyu ya qayyumu bi rahmatika nastaghitsu, ashlih li syakni = Wahai Dzat yang hidup lagi tegak, dengan rahmat-Mu kami memohon bantuan, sukseskanlah segala urusan kami. (HR. Nasai dari Anas bin Malik, hadis shahih)

Tambahan lagi dzikirku untuk selalu mengingat-Mu ya Allah MyEm0.Com

Refreshing

2 jam yang lalu ceritanya lagi menunggu teman yang konon katanya mau ke rumah untuk ambil undangan, ehh... ternyata ditunggu ampe jam 8 malem, ga nongol-nongol... Pas ditelpon, cuman haha-hehe, trus bilang "sori gw lupa ngasi tau, kalo gw ga jadi ke rumah lo, abis ujan booo!"

Ampuuuunn... yang bisa kulakukan hanya tertawa dan mere-schedule ketemuan kita.

Ketika proses menunggu dilakoni, sempet masuk kesini, udah lama aja ga refreshing kesini, dijamin deh kalo masuk kesitu bakal langsung refresh!!!

Salah satunya adalah postingan yang ini:

Instruktur Senam: "Sekarang kita mulai pendinginan yaaa. Tarik nafas dalam-dalaaam... lepaaas, tarik nafas lewat hidung... buang mulutnya. Tarik nafas lewat hidung, buang mulutnya ke bawah. Tarik nafas lewat hidung, buang mulutnya ke depan..."

Parkiran gedung sebuah departemen, didengar peserta senam yang sontak memunguti mulut yang bertebaran.

MyEm0.Com

Tanpa dikomando saya cekikikan sendirian di kamar... Dulu sering banget BW kesini, sampe-sampe suka ngajak adik refreshing bareng, sampe mamah suka bingung sendiri ngeliat kita berdua menahan tawa agar ga terlalu ribut, heuheu...

2.11.10

Bahan Muhasabah II

video

1.11.10

Apaan lagi nih?

Hitungan hari tapi malah muncul kontroversi baru, aaarrrgghh..!!! Astagfirulloh... Sekarang ada lagi "tantangan" dari pihak Aay... Jadi tersanjung terus terang, sebegitu muliakah kami berdua sehingga ujian naik tingkatnya begitu beragam?! *GEER mode on*

Yang saya pikirkan saat ini adalah menanti hari dimana disaat itulah dimulai rangkaian ibadah semata-mata karena Allah ta'ala. Belajar hidup berumah tangga. belajar, belajar, belajar dan kemudian mengamalkannya. Mengamalkan setiap hari sehingga tercipta konsistensi dan terus menerus istiqomah, amiin.

Berikan kami selalu sedikit kekuatan, kesabaran, keteguhan, rasa kasih sayang, dan nikmat-Mu ya Allah. Sedikit saja sudah menjadi lautan berkah untuk kami. Semoga kami senantiasa selalu mendapat hidayah-Mu. Amiin.
MyEm0.Com