5.10.10

Tentang Cinta

Duuuh, terenyuh ketika Aay memberikan link ini untuk dibaca, setelah beres baca jadi deg-degan gimanaaaaa gitu, ahaaaay!!!
MyEm0.Com

Ternyata... Aay juga memikirkan itu, seorang lelaki seperti dia... hehe... alhamdulillah!
MyEm0.Com

Dalam awal artikel cukup nyeremin juga bagaimana Rasulullah menerangkan apa yang terjadi jika seorang muslimah menolak pinangan seorang yang shalih:

“Bila seorang laki-laki yang kamu ridhai agama dan akhlaqnya meminang,” kata Rasulullah mengandaikan sebuah kejadian sebagaimana dinukil Imam At Tirmidzi, “Maka, nikahkanlah dia.” Rasulullah memaksudkan perkataannya tentang lelaki shalih yang datang meminang putri seseorang. “Apabila engkau tidak menikahkannya,” lanjut beliau tentang pinangan lelaki shalih itu, “Niscaya akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.”

Bisa jadi perkataan Rasulullah ini menjadi hal yang sangat berat bagi para orangtua dan putri-putri mereka, terlebih lagi jika ancaman jika tidak menurutinya adalah fitnah dan kerusakan yang meluas di muka bumi. Kita bisa mengira-ngira jenis kerusakan apa yang akan muncul jika seseorang yang berniat melamar seseorang karena mempertahankan kesucian dirinya dan dihalang-halangi serta dipersulit urusan pernikahannya. Inilah salah satu jenis kerusakan yang banyak terjadi di dunia modern ini, meskipun banyak di antara mereka tidak meminang siapapun.


Hmm... mungkin ini ya fenomena yang terjadi saat ini, dimana-mana orang menunda pernikahan karena alasan karir, belum nemu jodoh yang kaya, belum nemu jodoh yang ganteng or cantik, dll. Maksudnya kerusakan disini sepertinya kita bisa saja mendekati zina yang sangat dimurkai Allah. Naudzubillahi min dzalik. Astagfirulloh... Ampuni kami ya Allah, berikan kami senantiasa petunjukMu.

Dalam artikel ini juga diceritakan kisah dua pemuda shalih sepanjang masa, merupakan shahabat Rasulullah, tetapi sempat merasakan bagaimana rasanya ditolak pinangannya. Subhanallah mereka tidak berkecil hati, malah sebaliknya. Merupakan contoh panutan bagi kita semua.

“Cinta itu,” kata Prof. Dr. Abdul Halim Abu Syuqqah dalam Tahrirul Ma’rah fi ‘Ashrir Risalah, “Adalah perasaan yang baik dengan kebaikan tujuan jika tujuannya adalah menikah.” Artinya yang satu menjadikan yang lainnya sebagai teman hidup dalam bingkai pernikahan.


Wuhuuuu... soooo sweeeet!!!
Subhanallah, cinta pun patut dirasakan untuk membina pernikahan, maksud saya adalah tunas-tunas cinta juga diperlukan untuk memilih seseorang menjadi pasangan kita. Karena dengan cinta pula akar satu pernikahan menjadi kokoh.
MyEm0.Com

Jadi keinget dulu waktu saya masih lugu *beneran, sueerr! saya pernah ko jadi wanita lugu* dan mulai niat mencari pasangan hidup, saya sempat share dengan beberapa ukhti cantik. Saya sempet nanya, "ukh, cinta itu perlu ga sih untuk nyari jodoh? karena saya ingin mencari pasangan melalui jalur yang diridhoi Allah..." Ukhti pun senyum-senyum "ya tentu aja perlu" heuheu... iya juga sih, kalo kita ga tertarik sama pasangan kita, gimana nanti mau ngelewatin hidup sama dia sampe akhir hayat, insyaAllah amiin.

Cinta adalah argumentasi yang shahih untuk menolak, dan cinta adalah argumentasi yang shahih untuk mempermudah jalan bagi kedua pecinta berada dalam singgasana pernikahan.

6 silaturahim:

Miftahgeek | October 6, 2010 at 12:40 AM  

smileynya itu lho, kagak nahan xp

ENENG OCHA | October 6, 2010 at 3:17 PM  

heuheu...
kan biar keliatan menjiwai sekali banget gitu deh...

idiotnesia | October 10, 2010 at 6:10 PM  

yang seshalih itu aja ditolak apalagi yang kayak gini
*nunjuk diri sendiri

ENENG OCHA | October 11, 2010 at 1:40 PM  

setiap orang dikasi cobaan kesabaran masing-masing :)

asop | October 19, 2010 at 5:23 PM  

Memang, terbukti bagi orang2 yang menunda nikah karena alasan karir de-el-el mereka nikahnya malah lama entah kapan. :(

ENENG OCHA | October 19, 2010 at 7:23 PM  

ya kang Asep, serem juga...

saya baru baca tadi siang kalo wanita yang diberkahi Allah adalah yang cepat menikah, cepat mengandung dan paling ringan maharnya :) semoga saya termasuk hamba muslimah yang diberkahi Allah, amiin.

Tu comentario será moderado la primera vez que lo hagas al igual que si incluyes enlaces. A partir de ahi no ser necesario si usas los mismos datos y mantienes la cordura. No se publicarán insultos, difamaciones o faltas de respeto hacia los lectores y comentaristas de este blog.