2.7.10

Ternyata Riya Punya Saudara

Hari ini dapet ilmu baru di pengajian kantor, selama ini syirik kecil yang saya tahu hanya riya. Riya menurut media-islam, adalah berbuat kebaikan/ibadah dengan maksud pamer kepada manusia agar orang mengira dan memujinya sebagai orang yang baik atau gemar beribadah seperti shalat, puasa, sedekah, dan sebagainya. Riya merupakan syirik kecil yang bisa menelusup dari celah-celah terkecil pada diri kita. Bahkan Rasululloh saja sangat mencemaskan kita sebagai umatnya terhadap syirik kecil ini, sebagaimana sabda Rasululloh :

“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah SAW?”, Beliau menjawab, “Riya! Dan Allah akan berkata pada hari kiamat, terhadap mereka-meeka yang riya, ‘pergilah kalian kepada orang-orang yang dahulu di dunia kalian rya’i, apakah kalian mendapatkan ganjaran dari mereka?” (HR. Ahmad)


Alhamdulillah, mendatangi pengajian tadi merupakan reminder buat saya untuk berhati-hati dalam berperilaku, bertindak maupun berucap.

Selain riya, ada satu syirik kecil lain, namanya sum’ah. Sum’ah merupakan perbuatan baik/ibadah yang dilakukan di masa lampau kemudian diceritakan kembali kepada orang lain dengan maksud orang lain mengetahui amal/perbuatannya. Kemudian saya googling, dan mendapatkan beberapa informasi yang sangat berguna untuk saya dan mudah-mudahan bermanfaat pula bagi yang membaca.

Rasulullah memberi peringatan kepada mereka dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra :

"Barangsiapa melakukan perbuatan sum'ah niscaya Allah akan memperdengarkan aibnya dan barang siapa melakukan perbuatan riya', niscaya Allah akan memperlihatkan aibnya."


Lalu Kami hadapkan amal yang mereka kerjakan, kemudian Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan. (QS. Al-Furqan : 23)


Dalam ayat di atas menjelaskan bahwa jika seseorang berbuat berdasarkan riya dan sum’ah maka perbuatannya menjadi sia-sia. Terbayang kan, bagaimana perbuatan yang sudah dilakukan menjadi tertolak di mata Allah. Naudzubillahi min dzalik.

Dalam hadits qudsi (yang saya dapat dari sini) Allah berfirman:

Aku adalah yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa yang beramal untuk-Ku dengan menyekutukan selain-Ku, maka Aku bebas dari dia dan dia Aku serahkan kepada sekutunya itu. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)


Dari sini saya membaca:
Barangsiapa melakukan suatu amal shalih, tiba-tiba terbetik dalam hatinya perasaan riya', tetapi ia membenci perasaan tersebut, berusaha melawan dan menyingkirkannya, maka amalannya tetap sah. Berbeda halnya jika ia hanya diam dengan timbulnya perasaan riya', maka menurut sebagian besar ulama amal yang dilakukannya menjadi batal dan sia-sia.

Subhanallah, mudah-mudahan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa diingatkan dan diberi petunjuk oleh Allah untuk tetap istiqomah. Amin.

0 silaturahim:

Tu comentario será moderado la primera vez que lo hagas al igual que si incluyes enlaces. A partir de ahi no ser necesario si usas los mismos datos y mantienes la cordura. No se publicarán insultos, difamaciones o faltas de respeto hacia los lectores y comentaristas de este blog.