4.1.10

TAHUN BARU, NIKMAT BARU

Tahun yang baru ini tentunya tak harus dilalui dengan gegap gempita hura-hura tetapi sebaliknya, dilalui dengan ajang muhasabah bagaimana evaluasi diri terhadap ibadah kita tahun 2009 dan apa saja nih resolusi kita untuk 2010. Untuk saya pribadi, muhasabah penting dilakukan agar senantiasa ingat khilaf dan segera memperbaikinya. Selain itu juga senantiasa inget diri kalo saya tuh udah buanyaaaak banget dikasi nikmat sama Allah, so kalo mau bandel inget deh tuh betapa Maha BaikNya Allah dengan terus mengingatkan dan menegur saya dengan kasih sayangNya. Subhanallah!

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah (yang dilimpahkanNya kepada kamu), tiadalah kamu akan dapat menghitungnya satu persatu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." (al-Nahl: 18)

Dari ayat di atas bisa kita lihat bahwa jika saja kita punya waktu untuk menghitung satu persatu nikmat yang sudah Allah berikan, maka tentunya waktu itu sendiri tidak akan pernah cukup. Kenapa? Karena begitu banyak nikmat Allah yang sudah dilimpahkan ke dunia ini. Jika saja kita mampu mengingat nikmat yang besar, kita tidak boleh pula luput mengingat nikmat-nikmat kecil-Nya. Karena saya ingat ayat berikut : “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)Ku”. (Al-Baqarah: 152). Sungguh jelas tertulis kan… Jangan sampe deh saya tergolong orang-orang yang mengingkari nikmat Allah. Astagfirullohal adzim.

Ada lagi firman Allah yang saya temukan, “Mereka mengetahui nikmat-nikmat Alloh, (tetapi) kemudian mereka meningkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.” (QS. 16: 83).

Naudzubillahi min dzalik kalau sampai tergolong orang-orang kafir. Kata-kata “mengingkari nikmat Allah” disini saya tangkap sebagai seseorang ataupun golongan yang tidak mau mensyukuri nikmat-nikmat yang sudah dilimpahkan ke diri mereka. Karena semua nikmat dan anugerah yang kita terima secara lahir dan batin semua datangnya dari Allah, tak terkecuali. So, sudah sepantasnyalah kita selalu mengucap syukur dalam setiap doa di setiap sholat, doa harian ataupun amalan harian kita. Walau memang apa yang ditulis tidak akan semudah seperti pelaksanaannya, karena firman Allah berikut : “Kemudian sungguh akan kami datangi mereka (bani Adam) dari arah depan, arah belakang, samping kanan dan samping kiri mereka, sehingga tidak akan Kau dapati kebanyakan di antara mereka yang bersyukur.” (QS. 7: 17).

Jadi tinggal dipilih deh…. Mau termasuk golongan minoritas yang senantiasa bersyukur kepada Allah atau golongan orang yang mengingkari nikmat-Nya? “Dan sedikit sekali golongan hamba-Ku yang mau bersyukur.” (QS. 34: 13). Mudah-mudahan mah bisa termasuk golongan yang minoritas tersebut. Amin.

Sumber dari sini dan sini

6 silaturahim:

cucuharis | January 4, 2010 at 3:22 PM  

Selalu ada hikmah indah
dari masa yg telah lalu
Selalu ada harapan indah
dari masa yang akan datang

Hehehe, setelah dikau BW
Baru aja daku publish yg terbaru

sjafri mangkuprawira | January 4, 2010 at 3:50 PM  

...orang yg bahagia adalah orang selalu bersyukur....orang yg selalu merasa susah adalah orang yg mengingkari nikmat Allah....

ENENG OCHA | January 4, 2010 at 7:20 PM  

To Kang Achoey :
hatur nuhun for stopping by :) nanti sayah mampir balik deh kesana...

ENENG OCHA | January 4, 2010 at 7:20 PM  

To Pak Sjafri :
terima kasih banyak sudah mau mampir Pak :) mudah-mudahan saya selalu bahagia, amin.

ontohod | January 5, 2010 at 2:53 PM  

mencerahkan

ENENG OCHA | January 6, 2010 at 10:15 PM  

To Ontohod : hatur nuhun Gan...

Tu comentario será moderado la primera vez que lo hagas al igual que si incluyes enlaces. A partir de ahi no ser necesario si usas los mismos datos y mantienes la cordura. No se publicarán insultos, difamaciones o faltas de respeto hacia los lectores y comentaristas de este blog.