29.12.09

SANG PEMIMPI



Film ini buat saya sangat menginspirasi sama seperti film sebelumnya. Sang Pemimpi, dari judulnya tentu awalnya yang ada di pikiran kita adalah seseorang yang hanya mampu bermimpi tanpa bisa melakukan apapun, hanya melamun sambil berpangku tangan. Tapi dalam film ini, tidak akan ditemukan hal seperti itu. Pemain film yang ikut membintangi antara lain seperti Lukman Sardi (Ikal), Mathias Muchus (Seman Said Harun, Ayah Ikal), Nugie (Pak Balia sangat menginspirasi masa SMA Ikal, Arai dan Jimron) dan *surprise... surprise...* Nazril Irham (sebagai Arai dewasa).

Film sekuel dari Laskar Pelangi ini memiliki tiga tokoh utama, Ikal, Arai dan Jimron. Dalam film ini dikisahkan bagaimana mereka menghabiskan masa SMA menuju dewasa. Masa dimana jati diri sedang dibentuk dan ke arah mana kita akan melangkah. Banyak sekali petikan-petikan orang-orang besar ataupun kutipan dari penulis buku yang sangat menginspirasi kita selama ini muncul disini. Beberapa diantaranya :

"Bermimpilah, karena Tuhan Akan Memeluk Mimpi-Mimpi itu…"

"Bebaskan, bebaskan hidup kalian! Ambil resiko yang paling tinggi, supaya hidup kalian menjadi lebih kaya"

"kalo tidak punya mimpi dan harapan, orang-orang macam kita ni akan mati..."


Film ini menginspirasi saya untuk terus maju. Mengingatkan saya bahwa bermimpi itu harus dibarengi dengan usaha mencapai mimpi-mimpi tersebut. Dengan mimpi, kita akan terus terpacu dalam hidup untuk selalu berbuat maksimal. Semoga aja bisa punya semangat yang terus membara seperti Arai, sehingga ibadah kepada Allah SWT pun tidak akan kenal kata futur, amin.




Sumber dari sini, sini dan sini. Gambar diambil dari sini

Menantang Tuhan

Artikel-artikel dari eramuslim selalu menggugah hati saya untuk terus bermuhasabah untuk kemaslahatan diri. Termasuk juga yang satu ini nih, ketika mampir kesini, saya tertegun dengan kisahnya. Harus banyak-banyak istigfar dan berusaha untuk istiqomah terus :)

Sebuah kisah di musim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al-Manar mengisahkannya. Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo - Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang 'perhatian' kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial.

Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya, karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang. "Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya tempat di neraka Tuhan Anda!!"

Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu.

Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria.Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. "Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.

Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya… Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat... Seandainya tiap orang takut bertemu kematian. Kenapa tidak mempersiapkan dan berhati-hati dengan kedatangannya?

Imam Ibnu Katsir berkata Barang siapa yang terbiasa dengan sesuatu ketika hidup, biasanya dia meninggal dengan sesuatu itu. Artinya Barang siapa ketika hidup terbiasa dengan kebaikan (ketaatan), biasanya dia akan meninggal dengan kebaikan (khusnul khatimah) dan barangsiapa yang ketika hidup terbiasa dengan keburukan (maksiat), biasanya dia akan meninggal dengan keburukan (su'ul khotimah). Na'uzubillahi min zalik.

28.12.09

Ikhlas Dipoligami?

Salah satu kabar yang cukup ramai digunjingkan masyarakat, mengenai terbentuknya Klub Poligami Indonesia yang baru saja disahkan di Bandung. Kenapa di Bandung ya??? Apa karena di Paris Van Java banyak lelaki yang berpoligami? Ada yang tau?

Anyway, saya posting ini karena berpikir sendiri, emang ada maslahatnya ya terbentuknya klub tersebut? Kira-kira maslahatnya untuk mereka aja or ada kebagian juga maslahatnya buat kita? Satu hal yang terbersit dalam otak saya gunanya klub ini adalah ketika kita pengen tau calon suami kita atau (bahkan..) suami kita termasuk pelaku poligami or gag...?! Sapa tau aja iseng jadi anggota klub ini, or bahkan jadi pengurusnya, hehe...

Terus terang saya termasuk orang yang anti poligami. Saya sangat takut dipoligami. So please ya Allah, jangan sampai saya dimadu or saya menjadi madu, amin (curhat sekaligus berdoa boleh kan?!). Walo saya mengetahui wanita yang dimadu dijamin masuk surga. Tetapi wanita yang mana dulu? Dan suami yang seperti apa dulu sehingga istrinya merupakan ahli surga? So pasti ada ketentuannya dong...!

Saya juga mengetahui bahwa konon katanya LELAKI tidak bisa hidup dengan satu wanita. Lelaki secara genetis dilahirkan sebagai makhluk poligami, untuk memperkuat wacana itu juga ada ayat AlQuran yang sudah sangat terkenal itu kan. Oke, memang Islam tidak melarang lelaki berpoligami, tetapi terkadang beberapa makhluk yang bernama laki-laki menggunakan ayat AlQuran itu untuk memperkuat pernyataan mereka, sementara mereka tidak menuntaskan ayat tersebut sampai habis. Lihatlah kalimat terakhir dari ayat tersebut. Dari kalimat terakhir inilah betapa Maha Adil Allah SWT. Karena menurut saya, hanya sedikit bahkan hampir tidak ada manusia yang berbuat adil. Konteksnya manusia ya, kalo nabi lain lagi :)

Ada hal lucu yang terjadi sama saya, semenjak remaja tepatnya bangku SMA, teman yang saya miliki kebanyakan lelaki, dan teman-teman lelaki yang akrab dengan saya cenderung suka gonta-ganti pacar atau bahkan punya pacar lebih dari 2 dalam satu waktu. Alhamdulillah walo begitu mereka sangat menghargai saya sebagai "sobat" mereka, bahkan sangat melindungi keberadaan saya jika ada cowo yang PDKT, yah... udah dianggap sodara mereka sendiri lah...

Ketakutan itu muncul kemungkinan berawal dari situ kali ya... *mikir-mikir* karena saya tahu kemampuan laki-laki dalam menaklukan wanita tuh seperti apa... Jadi saya tau tanpa perlu mengalami, walo patah hati juga pernah beberapa kali saya rasakan.

Dipikir-pikir lagi sebenernya poligami adalah sebuah pilihan hidup, saya ga bisa melarang si A, or si B, or si Z untuk ga boleh poligami. Karena mereka memilih setuju berpoligami atau dipoligami. Makna yang saya ambil untuk bisa sukses berpoligami adalah IKHLAS. Saya pikir kunci utamanya itu, terutama untuk wanitanya ya... Ikhlas dipoligami semata-mata untuk beribadah karena Allah. Menulis ini memang gampang, ga semudah pelaksanaannya. Karena kita cuma manusia yang juga punya perasaan dan rasa ego.

Saya pernah diceritakan oleh seorang teman, ada seorang wanita A yang hanya mau dinikahi oleh seorang lelaki padahal lelaki itu udah punya isteri. Bukan karena wanita tersebut berselingkuh atau berkhalwat dengan lelaki tersebut... Bukan! Tetapi karena wanita ini terlanjur simpati dengan akhlak lelakinya. Disini saya mencoba melihat dari sisi wanita A, bagaimana wanita A memilih untuk diposisikan sebagai istri kedua padahal banyak pemuda-pemuda single di lingkungannya. So... Ini (sekali lagi) adalah sebuah pilihan hidup! Sementara saya memilih untuk TIDAK mengambil poligami sebagai pilihan hidup saya. Saya MEMILIH MONOGAMI sebagai pilihan hidup saya :)

Sebenarnya saya berat menulis postingan ini, terlebih topiknya yang... Hmm... Apa namanya ya... Sangat mudah memancing argumen :p tapi akhirnya diposting juga deh... Karena saya ingin membebaskan diri saya untuk membahas apapun selama masih salam koridor yang jelas :)

Puasa Arofah 10 Muharram

Hayooo.... pada puasa Arofah ga kemaren? Alhamdulillah kemaren saya diingatkan oleh Aay untuk shaum. Keutamaan Puasa Arofah adalah menghapus dosa kita tahun lalu dan tahun yang akan datang. Alhamdulillah terlaksana dan mudah-mudahan bisa diterima Allah SWT amal puasanya, amin.

Memang tahun lalu saya juga posting mengenai Puasa Arofah, tapi sayah punya tambahan ilmu baru! Alhamdulillah... disini saya mendapatkan penjelasan yang lain. Dari Ibnu Abbas - untuk siapa saja yang puasa di tanggal 10 Muharram :

1. 10.000 pahalanya malaikat.
2. 10.000 pahalanya orang yang pergi haji.
3. 10.000 pahalanya orang yang mati syahid.
4. jika memberi makanan dan minuman pada orang yg puasa di 10 Muharrom, maka ia bagaikan memberi makan kpd seluruh umat Nabi SAW.
5. jika di 10 Muharrom para orangtua mengistimewakan hari itu kpd anak-anak mreka maka ALLAH akan melancarkan Rezeki.
6. jika kita mengusap kpl anak yatim dan meberinya nafkah maka akan di muliakan di mata ALLAH SWT.

Subhanallah... sampe merinding bin terharu saya membaca poin-poin di atas... fiuhhh!!!

25.12.09

10 MATA PEDANG SEDEKAH

Ketemu artikel menarik..... dapet dari sini, dan must-read article untuk sayah, semoga bisa bermanfaat juga untuk yang lain :)

Hadist, dan atsar shahabah disebutkan beberapa keutamaan sedekah dan orang yang melakukannya. Baca dan renungilah dalil-dalil dibawah ini, semoga Allah memberi hidayah sehingga sikap bakhil dan kikir tidak bersemayam didalam hati kita dan segera diganti dengan sikap suka memberi.

1. Amalan yang Utama

Rasulullah SAW telah bersabda:
“Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah. Tangan diatas adalah yg memberi dan tangan di bawah adalah yang menerima”(HR. Muslim)

Umar Bin Khathtab pernah berkata:
“Sesungguhnya amalan-amalan itu saling membanggakan diri satu sama lain, maka sedekahpun berkata (kepada amalan- amalan lainnya),’Akulah yang paling utama diantara kalian"


2. Melindungi Dari Bencana

Rasulullah SAW pernah bersabda seperti dibawah ini:
“Obatilah orang sakit diantara kalian dg sedekah”

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan:
“Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yg menakjubkan utk menolak berbagai macam bencana sekalipun pelakunya orang yang fajir (pendosa), zhalim atau bahkan orang kafir, karena Allah SWT akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantara sedekah tersebut…”


3. Berlipat Ganda Pahalanya

Allah SWT telah berfirman:
“Perumpamaan (infak yg dikeluarkan oleh) orang-orang yg menginfakan hartanya di jalan Allah adalah serupa dg sebutir benih yg menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiapbulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yg Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui(QS.Al-Baqarah:261)

Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barangsiapa bersedekah senilai satu biji kurma yg berasal dari mata pencaharian yg baik—dan Allah tidak akan menerima kecuali yg baik—maka sesungguhnya Allah akan menerimanya dg tangan kanan-Nya, kemudian dipelihara untuk pemiliknya, sebagaimana seseorang diantara kalian memelihara anak kuda, sehingga sedekah itu menjadi (besar) seperti gunung”


4. Dapat Menghapus Dosa dan Kesalahan

Rasul SAW bersabda:
“Bersedekahlah kalian, meski hanya dg sebiji kurma. Sebab, sedekah dapat memenuhi kebutuhan orang yang kelaparan, dan memadamkan kesalahan, sebagaimana air memadamkan api”

Beliau juga menasehatkan kepada para pedagang:
“Wahai sekalian pedagang,sesungguhnya setan dan dosa menghadiri jual beli kalian, maka sertailah jual beli kalian dengan sedekah.”


5. Menjadikan Harta Berkah dan Terus Berkembang

Allah SWT berfirman:
“Katakanlah,’Sesungguhnya Rabb-ku melapangkan rejeki bagi siapa yg dikehendaki diantara hamba-hambaNya dan menyempitkan bagi (siapa yg dikehendaki-Nya).
Dan apa yg kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rejeki sebaik-baiknya.(QS.Saba’:39)

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya Allah akan mengembangkan sedekah kurma atau sepotong makanan dari seorang diantara kalian, sebagaimana seseorang diantara kalian memelihara anak kuda atau anak untanya, sehingga sedekah tersebut menjadi besar seperti bukit Uhud”


6. Melapangkan Jalan ke Surga dan Menyumbat Jalan ke Neraka

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yg luasnya seluas langit dan bumi yg di sediakan utk orang-orang yg bertakwa. (Yaitu) orang-orang yg menginfakkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yg menahan amarahnya dam memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang yg berbuat kebajikan.”(QS. Ali Imron:133-134)

Rasulullah SAW bersabda:
“Buatlah penghalang antara dirimu dan api neraka walau hanya dg separuh butir kurma.”


7. Menjadi Bukti Keimanan

Di dalam sebuah Hadits Rasulullah bersabda:
“Sedekah adalah menjadi burhan(bukti).” (HR.Muslim)
Maksudnya, sedekah adalah bukti keimanan pelakunya.Sesungguhnya orang munafik menolak keberadaan sedekah karena tidak meyakininya. Barangsiapa yg mau bersedekah, maka hal itu menunjukkan kebenaraan imannya.

Rasul SAW juga bersabda:
“Sifat iman dan kikir tidak akan berkumpul dalam hati seseorang selama-lamanya.”



8. Membawa Keberuntungan dan Merupakan Pintu Gerbang Semua Kebaikan

Allah SWT berfirman :
“Dan barang siapa yg dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yg beruntung.”
(QS. Al Hasyr:9)

Dalam ayat lain, Allah juga menegaskan:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebahagian harta yg kamu cintai, dan apa saja yg kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”( QS.Ali Imran:92)



9. Akan Mendapat Naungan di Padang Mahsyar

Sedekah akan menolong pelakunya dari kesengsaraan dalam perjalanan menuju alam akhirat, Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap orang akan berada dibawah naungan sedekahnya, hingga diputuskannya perkara-perkara diantara manusia”

Didalam hadits lain Beliau juga bersabda:
“Naungan seorang mukmin di hari kiamat adalah sedekahnya”(Shahih Ibnu Khuzaimah 4/95)



10. Pahalanya Akan Mengalir Terus Walaupun Telah Mati

Rasul SAW bersabda:
“Pahala amalan dan kebaikan yg bakal menghampiri seorang mukmin sepeninggalnya—Beliau menyebutkan diantaranya--,(yakni)musyaf yg ia tinggalkan,masjid yg ia bangun,rumah untuk orang yg dalam perjalanan yg ia bangun, sungai yg ia alirkan, atau sedekah yg ia keluarkan dari hartanya dikala sehat dan hidupnya, maka ia akan bakal menghampirinya sepeninggalnya.”

24.12.09

2012


Baru beberapa hari film ini launching di Indonesia langsung menuai kontra di sana-sini, ada yang melarang nonton lah, ada yang mencap haram lah untuk nonton, tapi kalo saya selalu melihat dari berbagai sisi. Dan buat saya sih sah-sah aja menonton apa pun selama nilai-nilai buruk yang muncul di film ini gag lantas langsung diimplementasikan ke kehidupan kita. Nah... itu baru salah! Ini menurut saya loh... Terlepas dari semua pro dan kontra terhadap film ini, saya hanya akan membahas makna yang bisa saya ambil dari film ini.

Awal nonton sudah keliatan betapa nilai sebuah keluarga sangat jelas muncul terlihat. Baik itu dari scene happy family, separated family, single parent, kebersamaan yang terjalin dalam persahabatan ataupun keluarga yang terpisah karena tuntutan pekerjaan. Buat saya, film ini baik ditonton untuk keluarga, terlepas dari effect mengerikan ketika bencana terjadi ya..., karena disini dimunculkan betapa berharganya nilai sebuah keluarga.

Untuk beberapa orang, terkadang nilai ini sudah terlupakan. Bagaimana resahnya seorang Ibu yang menantikan kepulangan anaknya dari sekolah ataupun bermain. Walaupun hanya telat lima menit, tapi jiwa seorang Ibu akan langsung gundah gulana memikirkan keberadaan anak tersayangnya. Atau betapa bangganya seorang Ayah melihat putranya bermain bola bersamanya. Memang kata-kata tidak akan keluar dari mulutnya, tapi hanya hati yang bisa merasakannya. Duhh... kenapa nulis ngaco kemana-mana ya...

Saya cuman pengen posting kalo 2012 ga seburuk or "mengancam" seperti yang diberitakan kok... Dari film ini saya kembali teringat pentingnya silaturahim... Silaturahim terhadap siapapun, bahkan kepada seseorang yang membenci kita sekalipun. Jadi teringat cerita Rasulullah yang menyuapi seorang pengemis buta setiap paginya, sementara Rasulullah tau kalo pengemis buta ini sangat membencinya. Setiap pagi Rasulullah menyuapinya tanpa berkata apapun, kemudian melanjutkan perjalanannya, begitu terus setiap hari. Hingga Rasulullah wafat, pengemis itupun kemudian bertanya-tanya kepada orang sekitarnya, kemana orang baik yang selalu menyuapinya setiap pagi? Semenjak itulah pengemis buta itu tau, bahwa selama ini yang menyuapinya adalah Rasulullah, Muhammad Shollallahu alaihi wassalam. Seketika pengemis itu menangis sejadi-jadinya. Dan tak lama mengucapkan kalimat syahadat. Subhanallah!

Itulah kekuatan silaturahim... Mudah-mudahan saya pun bisa senantiasa mengikuti sunnah tersebut, karena ada sabda Rasulullah, "Barangsiapa yang ingin dimudahkan rezeki dan dipanjangkan usianya hendaklah ia senantiasa menjaga silaturahim." (HR Muslim, dari Anas bin Malik RA). Bayangkan... hanya dengan bersilaturahim kita mendapatkan dua rahmat sekaligus, subhanallah!

Untukmu



Assalamualaikum waroh matullohi wabarokatuh,

Teruntuk kekasih hatiku, suamiku...
Aku tau saat ini kita belum dipertemukan,
Aku pun tak tau sampai dengan saat ini seperti apakah dirimu...
Seperti apa rupamu... but its ok :)

Surat ini sudah kubuat jauh sebelum kita dipersatukan,
Surat ini adalah bentuk keinginanku sebagai seorang hamba yang ingin segera menyempurnakan setengah agama-Mu ya Allah
Semoga surat ini juga bentuk doa yang bisa Kau terima dari hamba-Mu yang masih jauh dari kesempurnaan penghambaan terhadap-Mu

Suamiku...
Yang kuingin, cuma sebentuk kasih sayang yang kau berikan secara konstan sedari awal halal setelah ijab qobul sampai maut terpisah dari raga. Walau sifatnya konstan, aku dan anak-anak kita kelak, berkeyakinan tidak akan bosan menerima kasih sayangmu.

Yang kuingin, sepercik kehangatan di pagi hari sebelum kau pergi mencari peruntungan. Dan aku akan menunggumu di rumah beserta anak-anak kita.

Oh ya... Kau pasti menginginkan banyak anak kan, seperti yang disunnahkan Rasulullah shollallahu 'alaihi wasalam... Aku ikhlas badanku tak seperti sedia kala untuk melahirkan keturunan kita, 3 anak, 5 anak, 10 anak ataupun 15 anak aku sanggup, atas nama Allah, asalkan itu untuk kejayaan Islam.

Suamiku,
Aku ingin kerinduan kita memadu kasih pada Allah semakin besar dari hari ke hari semenjak kita berjodoh. Karena itu adalah cita-citaku. Membangun rumah tangga sakinah, mawaddah warohmah yang bukan hanya di mulut saja. Tapi terpatri di hati dan perbuatan kita.

Kapan kita bertemu, itu hanya masalah waktu. Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita mempersiapkan segala sesuatunya sehingga ketika kita bertemu semua sudah siap. Siap berikrar atas nama Allah, sehidup semati berdakwah dan berjuang mempertahankan nama-Nya selalu ada di bumi tempat kita berpijak. Amin.

See you soon my hubby :)

Gambar diambil dari sini

19.12.09

Muslimah harus Sholehah?

Semalem saya mikir tentang pandangan yang diutarakan dalam suatu artikel, saya lupa judulnya. Hal menarik yang bisa diambil adalah, seorang muslimah haruslah sholehah, karena kelak dia akan menjadi seorang ibu untuk anaknya dan partner hidup untuk suaminya.

Seorang Ibu disini mencakup pengajar, teman bermain, pembimbing, sekaligus pengasuh pengingat untuk anak-anaknya. Selain itu juga seorang teman hidup, kekasih, penasihat dan juga reminder untuk suaminya.

Kalo dipikir-pikir, berat juga yah... Kalo memang kriteria di atas harus dipenuhi semua, maka memang pantas jika seorang wanita muslimah haruslah sholehah demi menjaga keutuhan rumah tangga yang telah terbentuk.

Pernah saya juga membaca, keutamaan-keutamaan wanita sholehah, ataupun hadits-hadits yang menerangkan tingginya derajat wanita sholehah di mata Allah, subhanallah! Ngiler dibuatnya! Tapi pelaksanaannya tak mudah :p sungguh hamba-Mu ini hanyalah pasir di antara mutiara-mutiara yang terhampar di sekitarku. Ingin rasanya kelak menjadi salah satu mutiara-Mu ya Allah. Tapi itu butuh waktu, butuh proses, butuh tempaan terlebih dahulu. Tempaan nikmat yang orang lain sebut sebagai cobaan, yang lain sebut sebagai ujian.

Pernah saya membaca bahwa cobaan ataupun ujian adalah salah satu nikmat Allah yang juga harus kita rasakan sebagai manusia. Bedanya nikmat yang ini rasanya pahit dan getir bagi manusia. Tapi untuk saya, cobaan or ujian adalah tantangan dalam hidup, teka-teki yang harus ketemu jawabannya, masalah yang harus ada solusinya. Sementara untuk terus memiliki semangat menghadapi "tantangan" yang satu ini harus disertai keyakinan yang namanya iman.

Apakah bekal iman kita cukup untuk menghadapinya? Itulah kenapa manusia diciptakan bersaudara serta berpasang-pasangan, sehingga kita bisa saling mengingatkan serta saling menasihati.

Back to the topic! Dalam rumah tangga, pasangan hidup or saya lebih suka menuliskannya partner hidup, akan sangat menyenangkan dan menentramkan kalo bisa saling mengingatkan dan saling menasihati dalam kebaikan sesuai dengan syariat Islam. Akan sangat membahagiakan bila saling memberi motivasi untuk terus meningkatkan ibadah kita. Akan sangat menyejukkan bila saling memberi dukungan untuk terus berasa dalam koridor Islam.

Tapi ini baru harapan saya... Mudah-mudahan bisa secepatnya terwujud, amin.

17.12.09

Cintakah Aku?



Pernah saya baca artikel disini dan membuat saya introspeksi diri kembali. Apakah benar saya sudah mencintai Allah, Pencipta Alam Semesta ini sepenuh hati…? Itu yang perlu saya or yang lainnya renungkan kembali. Menurut artikel ini, ketika kita ditanya, “Cintakah kau pada Allah?” ada kebimbangan untuk menjawab, jika saya jawab, “Tidak, saya tidak Cinta pada-Nya” maka kita akan termasuk dalam golongan kafir, tetapi jika saya jawab “Ya, saya cinta Allah” maka akan muncul pertanyaan dalam benak saya, apakah kita pantas mencintai-Nya sementara masih banyak larangan-Nya yang sering dilanggar?

Jadi harus gimana dong?

Menurut saya, tetap tumbuhkan rasa cinta kita kepada Allah SWT. layaknya seorang kekasih yang sedang dimabuk asmara. Pada pelaksanaannya emang sulit karena seolah-olah tidak ada feedback yang real dari-Nya. Tapi perlu kita lihat dan pikirkan kembali, semua nikmat-nikmat kecil yang sudah diberikan Allah kepada kita, oksigen yang kita hirup setiap hari, terbangun karena adzan subuh menandakan masih diberikan kesempatan lagi untuk menjalani lika-liku kehidupan, makan malam bersama keluarga sementara yang lain belum tentu bisa makan tiga kali sehari, berangkat kerja untuk ibadah sementara yang lain kesusahan mendapatkan pekerjaan ataupun kesehatan yang kita miliki. Apakah itu sudah dipikirkan? Memang nikmat kecil sering terlewat oleh kita, karena kita merasa berhak mendapatkan hal tersebut di atas. Tapi perlu diingat bahwa tidak semua orang merasakan nikmat kecil yang disebutkan di atas, dan itu menurut saya harus disyukuri.

Sebagai perwujudan bentuk syukur seperti yang biasa saya coba terapkan setiap harinya:

1. Berdoa di sujud terakhir sholat kita.
Saya pernah mendengar ada hadits yang menerangkan kalau berdoa di sujud terakhir akan semakin mendekatkan kita pada Allah SWT. Setelah saya googling, disini disebutkan bahwa Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dalam Shahihnya; Harun bin Ma’ruf dan Amr bin Sawad menuturkan kepada kami. Mereka berdua berkata; Abdullah bin Wahb menuturkan kepada kami dari Amr bin al-Harits dari ‘Umarah bin Ghaziyah dari Sumayy bekas budak Abu Bakr, bahwa dia mengatakan pernah mendengar Abu Shalih Dzakwan menuturkan hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Keadaan hamba yang terdekat dengan Rabbnya adalah ketika sedang bersujud, maka perbanyaklah doa -di dalamnya-.”

2. Sedekah di awal hari.
Saya pernah mendengar hadits yang menjelaskan keutamaan sedekah di awal hari, tapi belum menemukan hadits lengkapnya. Disini saya menemukan haditsnya : Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekah dapat menolak tujuh puluh pintu bencana “. Karena itu Nabi SAW menganjurkan agar bersedekah setiap hari, pada awal pagi dengan apa saja. Karena bala tidak akan menembus benteng sedekah seorang Mukmin.

3. Terus mengingat Allah dengan dzikir.
Saya terbiasa melakukan dzikir yang dibaca oleh Nabi Yunus a.s ketika berada di dalam perut ikan paus selama 40 hari 40 malam : Lailaha illa anta subhanaka inni kuntu min al-zhalimin. Dzikir ini terus terang turun temurun dalam keluarga. Menurut orang tua saya, jika kamu merasa dalam kesusahan, kebimbangan, ketakutan ataupun kekalutan, maka segeralah baca disertai dengan memasrahkan semuanya kepada Allah SWT. Tapi karena udah terbiasa, saya baca ini sebagai dzikir harian.

4. Lakukan semua untuk Allah SWT.
Dalam setiap hal yang saya lakukan, saya niatkan beribadah kepada Allah walo saya hanya seorang masih jauh dari kata kaffah, tapi bukan berarti juga saya seorang yang sekuler. Saya hanya seorang yang ingin selalu mendapatkan pemahaman hidup sesuai syariat Islam setiap harinya.

Duuuh… bahasanya jadi formal banget yak… maklum kalo udah ngebahas masalah agama, secara otomatis bahasanya jadi begitu, gapapa kan? Mudah-mudahan posting ini bisa diterima ya…

14.12.09

TINGGALKAN YANG TAK GUNA

Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah ε bersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya. (Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya - Hadits 12 Hadits Arba’in An Nawawi)

2.12.09

SEDEKAH

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Setiap anggota tubuh manusia wajib disedekahi, setiap hari dimana matahari terbit lalu engkau berlaku adil terhadap dua orang (yang bertikai) adalah sedekah, engkau menolong seseorang yang berkendaraan lalu engkau bantu dia untuk naik kendaraannya atau mengangkatkan barangnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah ketika engkau berjalan menuju shalat adalah sedekah dan menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah. (Riwayat Bukhori dan Muslim - Hadits 26 Hadits Arba’in An Nawawi)