28.7.09

HAPPY WEDDING TO YUGZ!!!



Congrats for my another best fren, Yugi Ramdhani! Alhamdulillah.... akhirnya setelah tertunda beberapa lama, akhirnya lo bisa juga menyempurnakan setengah dien bersama dengan partner hidup lo, Nilla. Mudah-mudahan gw nyusul yak! ;p amin.

21.7.09

ANOTHER SPECIAL ARTICLE

Tidak seperti biasanya, salah satu notification yang ada dari sekian banyak yang tercantum disana adalah teman lama saya men-tag saya untuk membaca salah satu artikel dari sekian banyak artikel yang dia copy paste or dia buat sendiri. Dari judulnya memang biasa saja, "Mari Merenung Sejenak", tapi yang membuat saya tertarik adalah tidak biasanya dia men-tag saya di facebook. "Alright then!" saya pikir, saya baca aja, gak ada ruginya ^_^

Setelah saya baca, tak terasa air mata ini menetes (dasar perempuan...!!!) karena artikel ini bener-bener menjadi tambahan artikel favorit saya. Di satu sisi, saya menjadi tahu sisi lain seorang Andi Noya, di sisi lain kita semua emang harus selalu belajar memaksakan diri kita untuk selalu berkaca pada diri sendiri, selalu bermuhasabah dengan apa yang telah kita lakukan ke belakang... apakah banyak manfaatnya? Or masih ada mudharat disana dan disini?

Subhanallah! Alhamdulillah ya Allah... Artikel ini kembali merupakan bahan pembelajaran untukku. Percaya atau tidak, dulu aku juga memiliki pemikiran yang sama seperti Bapak Andy Noya... bedanya saya tidak bisa mendeskripsikannya sebaik beliau ke dalam tulisan ;p Artikel ini wajib banget buat dibaca, so... saya copy paste artikelnya untuk kalian baca.

Kaca Spion (Catatan Andy Noya (kick Andy))....

Sejak bekerja saya tidak pernah lagi berkunjung ke Perpustakaan Soemantri
Brodjonegoro di Jalan Rasuna Said, Jakarta . Tapi, suatu hari ada kerinduan dan dorongan yang luar biasa untuk ke sana . Bukan untuk baca buku, melainkan makan gado-gado di luar pagar perpustakaan. Gado-gado yang dulu selalu membuat saya ngiler. Namun baru dua tiga suap, saya merasa gado-gado yang masuk ke mulut jauh dari bayangan masa lalu. Bumbu kacang yang dulu ingin saya jilat sampai piringnya mengkilap, kini rasanya amburadul. Padahal ini gado-gado yang saya makan dulu. Kain penutup hitamnya sama. Penjualnya juga masih sama. Tapi mengapa rasanya jauh berbeda? malamnya, soal gado-gado itu saya ceritakan kepada istri. Bukan soal rasanya yang mengecewakan, tetapi ada hal lain yang membuat saya gundah.

Sewaktu kuliah, hampir setiap siang, sebelum ke kampus saya selalu mampir ke
perpustakaan Soemantri Brodjonegoro. Ini tempat favorit saya. Selain karena harus menyalin bahan-bahan pelajaran dari buku-buku wajib yang tidak mampu saya beli, berada di antara ratusan buku membuat saya merasa begitu bahagia.

Biasanya satu sampai dua jam saya di sana . Jika masih ada waktu, saya melahap buku-buku yang saya minati. Bau harum buku, terutama buku baru, sungguh membuat pikiran terang dan hati riang. Sebelum meninggalkan perpustakaan, biasanya saya singgah di gerobak gado-gado di sudut jalan, di luar pagar. Kain penutupnya khas, warna hitam. Menurut saya, waktu itu, inilah gado-gado paling enak seantero Jakarta. Harganya Rp 500 sepiring sudah termasuk lontong. Makan sepiring tidak akan pernah puas. Kalau ada uang lebih, saya pasti nambah satu piring lagi. Tahun berganti tahun. Drop out dari kuliah, saya bekerja di Majalah TEMPO sebagai reporter buku Apa dan Siapa Orang Indonesia . Kemudian pindah menjadi reporter di Harian Bisnis
Indonesia . Setelah itu menjadi redaktur di Majalah MATRA. Karir saya terus
meningkat hingga menjadi pemimpin redaksi di Harian Media Indonesia dan Metro TV.

Sampai suatu hari, kerinduan itu datang. Saya rindu makan gado-gado di sudut
jalan itu. Tetapi ketika rasa gado-gado berubah drastis, saya menjadi gundah. Kegundahan yang aneh. Kepada istri saya utarakan kegundahan tersebut. Saya risau saya sudah berubah dan tidak lagi menjadi diri saya sendiri. Padahal sejak kecil saya berjanji jika suatu hari kelak saya punya penghasilan yang cukup, punya mobil sendiri, dan punya rumah sendiri, saya tidak ingin berubah. Saya tidak ingin menjadi sombong karenanya.

Hal itu berkaitan dengan pengalaman masa kecil saya di Surabaya . Sejak kecil saya benci orang kaya. Ada kejadian yang sangat membekas dan menjadi trauma masa kecil saya. Waktu itu umur saya sembilan tahun. Saya bersama seorang teman berboncengan sepeda hendak bermain bola. Sepeda milik teman yang saya kemudikan menyerempet sebuah mobil. Kaca spion mobil itu patah..

Begitu takutnya, bak kesetanan saya berlari pulang. Jarak 10 kilometer saya
tempuh tanpa berhenti. Hampir pingsan rasanya. Sesampai di rumah saya langsung bersembunyi di bawah kolong tempat tidur. Upaya yang sebenarnya sia-sia. Sebab waktu itu kami hanya tinggal di sebuah garasi mobil, di Jalan Prapanca. Garasi mobil itu oleh pemiliknya disulap menjadi kamar untuk disewakan kepada kami. Dengan ukuran kamar yang cuma enam kali empat meter, tidak akan sulit menemukan saya.. Apalagi tempat tidur di mana saya bersembunyi adalah satu-satunya tempat tidur di ruangan itu. Tak lama kemudian, saya mendengar keributan di luar. Rupanya sang pemilik mobil
datang. dengan suara keras dia marah-marah dan mengancam ibu saya. Intinya dia meminta ganti rugi atas kerusakan mobilnya.

Pria itu, yang cuma saya kenali dari suaranya yang keras dan tidak bersahabat, akhirnya pergi setelah ibu berjanji akan mengganti kaca spion mobilnya. Saya ingat harga kaca spion itu Rp 2.000. Tapi uang senilai itu, pada tahun 1970, sangat besar.. Terutama bagi ibu yang mengandalkan penghasilan dari menjahit baju. Sebagai gambaran, ongkos menjahit baju waktu itu Rp 1.000 per potong.. Satu baju memakan waktu dua minggu. Dalam sebulan, order jahitan tidak menentu. Kadang sebulan ada tiga, tapi lebih sering cuma satu. Dengan penghasilan dari menjahit itulah kami - ibu, dua kakak, dan saya - harus bisa bertahan hidup sebulan.

Setiap bulan ibu harus mengangsur ganti rugi kaca spion tersebut. Setiap akhir bulan sang pemilik mobil, atau utusannya, datang untuk mengambil uang. Begitu berbulan-bulan. Saya lupa berapa lama ibu harus menyisihkan uang untuk itu.. Tetapi rasanya tidak ada habis-habisnya. Setiap akhir bulan, saat orang itu datang untuk mengambil uang, saya selalu ketakutan. Di mata saya dia begitu jahat. Bukankah dia kaya? Apalah artinya kaca spion mobil baginya? Tidakah dia berbelas kasihan melihat kondisi ibu dan kami yang hanya menumpang di sebuah garasi?

Saya tidak habis mengerti betapa teganya dia. Apalagi jika melihat wajah ibu juga gelisah menjelang saat-saat pembayaran tiba. Saya benci pemilik mobil itu. Saya benci orang-orang yang naik mobil mahal. Saya benci orang kaya.

Untuk menyalurkan kebencian itu, sering saya mengempeskan ban mobil-mobil mewah. Bahkan anak-anak orang kaya menjadi sasaran saya. Jika musim layangan, saya main ke kompleks perumahan orang-orang kaya. Saya menawarkan jasa menjadi tukang gulung benang gelasan ketika mereka adu layangan. Pada saat mereka sedang asyik, diam-diam benangnya saya putus dan gulungan benang gelasannya saya bawa lari. Begitu berkali-kali. Setiap berhasil melakukannya, saya puas. Ada dendam yang terbalaskan.
Sampai remaja perasaan itu masih ada. Saya muak melihat orang-orang kaya di
dalam mobil mewah. Saya merasa semua orang yang naik mobil mahal jahat. Mereka orang-orang yang tidak punya belas kasihan. Mereka tidak punya hati nurani.

Nah, ketika sudah bekerja dan rindu pada gado-gado yang dulu semasa kuliah begitu lezat, saya dihadapkan pada kenyataan rasa gado-gado itu tidak enak di lidah. Saya gundah. Jangan-jangan sayalah yang sudah berubah. Hal yang sangat saya takuti. Kegundahan itu saya utarakan kepada istri. Dia hanya tertawa. ''Andy Noya, kamu tidak usah merasa bersalah. Kalau gado-gado langgananmu dulu tidak lagi nikmat, itu karena sekarang kamu sudah pernah merasakan berbagai jenis makanan. Dulu mungkin kamu hanya bisa makan gado-gado di pinggir jalan. Sekarang, apalagi sebagai wartawan, kamu punya kesempatan mencoba makanan yang enak-enak. Citarasamu sudah meningkat,'' ujarnya. Ketika dia melihat saya tetap gundah, istri saya mencoba meyakinkan, "Kamu berhak untuk itu. Sebab kamu sudah bekerja keras." Tidak mudah untuk untuk menghilangkan perasaan bersalah itu.. Sama sulitnya dengan meyakinkan diri saya waktu itu bahwa tidak semua orang kaya itu jahat. Dengan karir yang terus meningkat dan gaji yang saya terima, ada ketakutan saya akan berubah. Saya takut perasaan saya tidak lagi sensisitif. Itulah kegundahan hati saya setelah makan gado-gado yang berubah rasa. Saya takut bukan rasa gado-gado yang berubah, tetapi
sayalah yang berubah. Berubah menjadi sombong.

Ketakutan itu memang sangat kuat. Saya tidak ingin menjadi tidak sensitif. Saya tidak ingin menjadi seperti pemilik mobil yang kaca spionnya saya tabrak. Kesadaran semacam itu selalu saya tanamkan dalam hati. Walau dalam kehidupan sehari-hari sering menghadapi ujian. Salah satunya ketika mobil saya ditabrak sepeda motor dari belakang. Penumpang dan orang yang dibonceng terjerembab. Pada siang terik, ketika jalanan macet, ditabrak dari belakang, sungguh ujian yang berat untuk tidak marah. Rasanya ingin melompat dan mendamprat pemilik motor yang menabrak saya. Namun, saya terkejut ketika menyadari yang dibonceng adalah seorang ibu tua dengan kebaya lusuh.
Pengemudi motor adalah anaknya. Mereka berdua pucat pasi. Selain karena terjatuh, tentu karena melihat mobil saya penyok. Hanya dalam sekian detik bayangan masa kecil saya melintas. Wajah pucat itu serupa dengan wajah saya ketika menabrak kaca spion.

Wajah yang merefleksikan ketakutan akan akibat yang harus mereka tanggung. Sang ibu, yang ecet-lecet di lutut dan sikunya, berkali-kali meminta maaf atas keteledoran anaknya. Dengan mengabaikan lukanya, dia berusaha meluluhkan hati saya. Setidaknya agar saya tidak menuntut ganti rugi. Sementara sang anak terpaku membisu. Pucat pasi. Hati yang panas segera luluh. Saya tidak ingin mengulang apa yang pernah terjadi pada saya. Saya tidak boleh membiarkan benih kebencian lahir siang itu. Apalah artinya mobil yang penyok berbanding beban yang harus mereka pikul. Maka saya bersyukur. Bersyukur pernah berada di posisi mereka. Dengan begitu saya bisa merasakan apa yang mereka rasakan. Setidaknya siang itu saya tidak ingin lahir sebuah benih kebencian. Kebencian seperti yang pernah saya rasakan dulu. Kebencian yang lahir dari pengalaman hidup yang pahit.

Refleksi:
Mengapa harus sombong dengan kekayaan yang kita miliki, karena kekayaan tiada berguna sama sekali, lebih baik menghidupkan lagi rasa toleransi yang ada pada diri untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik.

16.7.09

new play!!!

Sudah beberapa hari saya gak menengok kesini, sama sekali gak bermaksud apa-apa... tapi saya mendapatkan mainan baru ;p yeahh... somekind like that!!! A new world that I dont imagine before... dunia baru, keasikan baru, boleh dibilang hobi baru....!!! ^_^

Mudah-mudahan sesuatu yang baru ini bisa menjadi manfaat positif dan membawa kebaikan buat saya dan semuanya. Amin.

Mau tau apa???






Sebelumnya saya pun ga nyangka akan bisa melakukan ini... Benar kata orang-orang, "Jika menginginkan sesuatu jangan berlebihan, begitu pula jika tidak menyukai sesuatu". Dunia ini sama sekali ga terbayangkan sebelumnya, bahkan sebagai keturunan keluarga pekerja saya ga akan membayangkan mencoba ini ^_^ Entah kontaminasi ups... maksudnya dukungan dari Aay, atau saya yang memang merasa jenuh dengan rutinitas dan ingin mencari sesuatu yang lain, yang lagi-lagi alhamdulillah diijabah sama Allah dan diberikanlah tantangan ini kepada saya ^_^

Akhirnya saya memberanikan diri berBISNIS.. ya.. kata-kata yang dulunya merupakan alergi tersendiri untuk saya. Saya coba membuka online shop di salah satu site yang memberikan account gratis dimana hampir semua penggunanya merupakan seller. Mudah-mudahan ini merupakan salah satu kebaikan dari kebaikan-kebaikan yang sudah dan akan datang lagi kepadaku ke depannya ^_^ Semangadh!!!

13.7.09

My Friends Presentation


Seminggu yang lalu temen sma saya datang untuk silaturahim and ternyata sekalian untuk menawarkan bisnis... Selain itu juga dia akan ngadain presentasi "Business & Beauty Presentation" with Oriflame. Itung-itung agar silaturahim tetap tersambung, yaudah saya bergabung...

Yang saya liat di presentasinya, yang utama bukan passive incomenya, tapi gimana caranya saya bisa mempererat bahkan menambah silaturahim dengan ikut member ini. Kita bisa menghubungi lagi teman-teman lama dengan menawarkan bisnis ini, kalo mereka gak tertarik ga papa, at least mereka bisa liat katalognya dan insyaAllah beli produknya ^_^

Rumah teman saya ini lumayan menguras energi (hehehe... sori Dyn..) karena lokasinya di Cibungbulang alias Leuwiliang, but its ok! Selain bisa jalan bareng sama Aay sekaligus niat saya adalah silaturahim... yang akhirnya membawa hikmah dan barokah tersendiri untuk Aay ^_^

Ada yang tertarik bergabung dan meraih kesuksesan bersama saya?

11.7.09

and now.... Congrats To ROSALIA!


Namanya emang mirip sama nama saya, untuk nama depan kita cuman beda satu huruf aja, saya ROSALINA, dia ROSALIA. Dan yang menikah hari ini, 11 Juli 2009 adalah ROSALIA!!! Girl, kangen banget gw sama lo... and tadi pas liat lo di pelaminan, rasanya pengen curhat-curhatan di tempat saat itu juga, seperti yang biasa kita kerjain di kosan gw ;p tapi ya gak mungkin kalee!!! Hehehehe...

Alhamdulillah cha... akhirnya lo bisa menentukan arah dan pilihan hidup lo... Seneng banget rasanya liat lo tadi siang... Relax and enjoy your life now girl! ^_^

TAKWA PADA ALLAH

Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal radhiallahuanhuma dari Rasulullah saw beliau bersabda : Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “ (Riwayat Turmuzi, dia berkata haditsnya hasan, pada sebagian cetakan dikatakan hasan shahih)

Congrats ya OPY.....!!!

This time on 5th of July 2009, OPY FAJAR ANUGRAH menikah!!! Selamat ya buu... seneng deh liat foto-fotonya karena kau terlihat sangat bahagia di hari sangat spesial itu, pangling deh liatnya!!! ^_^ Dan (lagi-lagi) saya gak bisa dateng ke resepsinya, abissnyaa... nikahnya besok baru hari ini dikasi tau... gimana gag shock gw bu???!!! hehehehe...

Anyway... Turut berbahagia melihat engkau happy bu.... ^_^

(foto nyusul ya...)

8.7.09

PRESIDENT ELECTION


Here goes our election going... Now it's time to choose the President! Semoga yang terpilih nanti bisa amanah dan membuat Indonesia ke arah yang lebih baik. Walaupun itu semua butuh proses, tapi setidaknya 5 tahun ke depan Presiden ini dapat memberikan perubahan positif untuk negeri kita tercinta. Amin.


Karena hari ini pemilihan presiden, sehingga calon yang dipilih sedikit, hanya 3 pasang, maka proses penghitungan pun berlangsung cepat... Kucatat yah... pukul 13.50 penghitungannya berakhir. Mudah-mudahan proses penghitungan di pusat juga cepet ya... Kita aja bisa, masa mereka juga gak bisa menerapkan keefektifan waktunya ^_^

7.7.09

PESAN RASULULLAH

"Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata : Saya
mendengar Rasulullah ε bersabda : Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka." (Bukhori dan Muslim)

HIKS....

Dengan sangat terpaksa, akhirnya saya harus mengganti template yang sebelumnya sangaaaat sangaaat saya sukai... Diganti jadi yang ini... Lebih simple and I kinda like it!!! ^_^

6.7.09

a FUN DAY!!!

Dimulai ketika saya ajak mamah untuk lunch di salah satu outlet makanan yang sudah dikenal di Indonesia, soalnya saya lagi pengen banget nyobain varian-nya yang terbaru. Entah kenapa saya sangaaaaaat suka dengan makanan ini dan keluarganya ^_^ dan ketika mamah bilang iya, langsung deh siap-siap....
MyEm0.Com

Sesampai disana langsung aja saya order dan ketika pesenan dateng, langsung makaaaaan....!!!
MyEm0.Com



Beres makan, ashar dulu di MesRa a.k.a Mesjid Raya Bogor, and abis itu sih rencananya mamah mau facial, saya mau peeling di salon langganan, tapi mengingat waktu udah sore di-cancel deh, and melanjutkan agenda berikutnya : visiting new born baby!!! Senangnyaaa... tanteku abis lahiran so pengen banget liat baby-nya ^_^



Lucu gag baby-nya???? Yang di sebelah kanannya adalah kakaknya....

2.7.09

A ROLE MODEL

Selamat ya adindaku karena baru aja punya blog! Please visit http://roswitapujilestari.blogspot.com/ ya! Mudah-mudahan bisa bermanfaat untukmu dan yang lainnya ^_^ I always feel flattered, karena apapun yang aku lakukan, adikku ini selalu berusaha menirunya lalu ingin mengalahkanku in every way, or at least sama lah level posisinya. Terkadang itu membuatku tertawa sendiri, kalau di rumah sepertinya dia sangat anti berada di dekatku, maybe she showing her respect to me kaya gitu kali ya! Hahahahaha!!! *GR mode ON*

Setelah berpikir flashback, terutama apa yang dikatakan sama almarhum papahku yang tercinta (miss u dad!) kalo aku bakal dijadikan role model sama adikku, both way, baik maupun buruknya! So papah selalu pesen kalo saya harus jadi anak yang baik, HARUS SELALU JADI KEBANGGAAN PAPAH MyEm0.com oohh my! missing you always Dad! Semoga kita sekeluarga nanti bisa langsung berkumpul di surga Allah ya, amin. MyEm0.com

Semenjak papah berpesan itu, saya selalu berusaha, trying my best deh walo gak selalu bisa untuk menjadi kebanggaan Papah sekaligus contoh yang baik untuk adindaku. Hmm... sudah 4 tahun Pah, aku berusaha menjadi yang terbaik walo selama ini pas Papah gak ada jadi semakin berat, but dont worry Pah! Bukan anak Papah namanya kalo aku gag bisa nikmatin semua ini. Papah tenang aja disana, karena disini aku sama adindaku akan berusaha sebaik mungkin jagain partner hidupmu, Mamah!
MyEm0.com

Semua memang ada hikmahnya Pah... walo semakin berat tapi hidupku semakin indah dengan semua liku-likunya, dengan semua ups and down-nya! Sungguh aku menikmati semuanya sedari aku masih bersamamu, ataupun saat sekarang kau sudah tak ada. Kubayangkan saat dimana kita selalu punya quality time, Alhamdulillah ya Allah! Senam pagi rutin di gunung mas, melepas penat di Cibodas, membuang bete di Taman Bunga Nusantara, cari excitement ke curug-curug, berbagi kebahagiaan di Gunung Pangrango. Dan tak lupa juga semua, semuuua ilmu yang kau ajarkan sembari ngobrol, nyetir, belanja bareng, semuanya yang finally benar-benar bermanfaat untukku.

Semua marah, kesal, kecewa, bangga, senang, geli, kehangatan, kebersamaan, kedisiplinan, kasih sayang, kebajikan masih terekam jelas di kepalaku. Thanks Allah for all good and bad times I spent with Papah. Entah kenapa malam ini saya jadi teringat Papah. But its ok ^_^ air mata yang tumpah ini air mata kebahagiaan, air mata syukur untukmu ya Allah karena sudah dilahirkan dan dibesarkan di tengah-tengah keluarga hebat ini.

And Mamah... We will always luv you, no matter what! Beliau sudah mengalami banyak hal yang menjadikannya wanita super yang hebat. Semoga Allah selalu memberikan jalan terbaik untuk keluargaku. Amin.

1.7.09

"NOBAR" & DONGENG KAK AWAN

Senengnya bisa diajakin berbagi kesenangan bersama 30 anak yatim piatu dan kaum duafa dari Taman Asuh Miftahul Jannah, Cimanggu, Bogor. Pemrakarsa acara ini tidak lain dan tidak bukan selain Bunda Desi. Awalnya ketika saya cek milis Blogor bahwa Bunda Desi tanggal 30 Juni 2009 akan ngadain acara series "Nonton Bareng" film "KING" dilanjutkan dengan acara dengan tema "Dongeng bersama Kak Awan" dari Gramedia di Panggung Atrium Botani Square, acara ini mengundang 30 anak dari Taman Asuh Miftahul Jannah, and of course I said YES!

Nonton bareng dimulai sekitar jam 12, tapi tadi sayah telat! Maaf yah semuanyaa... Untung ada Akang Ontohod yang rela jadi seksi sibuk nunjukin dimana studionya ^_^ thanks ya! Pokoknya mah anak-anak Blogor emang T.O.P.B.G.D deeeh!!! ;p


Setelah beres nonton, kita ke musholla-nya Botani Square dulu untuk sholat dzuhur and kemudian lanjut acaranya ke Panggung Atrium Botani Square untuk acara selanjutnya.


Ketika anak-anak dengerin Dongeng-nya Kak Awan, saya dengerin celotehannya anak-anak Blogor di food court yang gak jauh dari acara, and surprise...surprise!!! Bunda Menik yang kebetulan berulang tahun mengundang lunch bareng, alhamdulillah... pertama kali kopdar udah ketiban rejeki dua kali, nonton bareng yang gratis dan free lunch! Rejeki mah emang gak kemana, amin.


Lunch beres, ngobrol puas, dongeng-nya pas banget beres! Dan dimulailah photo session-nya!!! Thank you for wonderful day-nya yah teman-teman baruku, look forward to see you in the near future ^_^