24.12.09

2012


Baru beberapa hari film ini launching di Indonesia langsung menuai kontra di sana-sini, ada yang melarang nonton lah, ada yang mencap haram lah untuk nonton, tapi kalo saya selalu melihat dari berbagai sisi. Dan buat saya sih sah-sah aja menonton apa pun selama nilai-nilai buruk yang muncul di film ini gag lantas langsung diimplementasikan ke kehidupan kita. Nah... itu baru salah! Ini menurut saya loh... Terlepas dari semua pro dan kontra terhadap film ini, saya hanya akan membahas makna yang bisa saya ambil dari film ini.

Awal nonton sudah keliatan betapa nilai sebuah keluarga sangat jelas muncul terlihat. Baik itu dari scene happy family, separated family, single parent, kebersamaan yang terjalin dalam persahabatan ataupun keluarga yang terpisah karena tuntutan pekerjaan. Buat saya, film ini baik ditonton untuk keluarga, terlepas dari effect mengerikan ketika bencana terjadi ya..., karena disini dimunculkan betapa berharganya nilai sebuah keluarga.

Untuk beberapa orang, terkadang nilai ini sudah terlupakan. Bagaimana resahnya seorang Ibu yang menantikan kepulangan anaknya dari sekolah ataupun bermain. Walaupun hanya telat lima menit, tapi jiwa seorang Ibu akan langsung gundah gulana memikirkan keberadaan anak tersayangnya. Atau betapa bangganya seorang Ayah melihat putranya bermain bola bersamanya. Memang kata-kata tidak akan keluar dari mulutnya, tapi hanya hati yang bisa merasakannya. Duhh... kenapa nulis ngaco kemana-mana ya...

Saya cuman pengen posting kalo 2012 ga seburuk or "mengancam" seperti yang diberitakan kok... Dari film ini saya kembali teringat pentingnya silaturahim... Silaturahim terhadap siapapun, bahkan kepada seseorang yang membenci kita sekalipun. Jadi teringat cerita Rasulullah yang menyuapi seorang pengemis buta setiap paginya, sementara Rasulullah tau kalo pengemis buta ini sangat membencinya. Setiap pagi Rasulullah menyuapinya tanpa berkata apapun, kemudian melanjutkan perjalanannya, begitu terus setiap hari. Hingga Rasulullah wafat, pengemis itupun kemudian bertanya-tanya kepada orang sekitarnya, kemana orang baik yang selalu menyuapinya setiap pagi? Semenjak itulah pengemis buta itu tau, bahwa selama ini yang menyuapinya adalah Rasulullah, Muhammad Shollallahu alaihi wassalam. Seketika pengemis itu menangis sejadi-jadinya. Dan tak lama mengucapkan kalimat syahadat. Subhanallah!

Itulah kekuatan silaturahim... Mudah-mudahan saya pun bisa senantiasa mengikuti sunnah tersebut, karena ada sabda Rasulullah, "Barangsiapa yang ingin dimudahkan rezeki dan dipanjangkan usianya hendaklah ia senantiasa menjaga silaturahim." (HR Muslim, dari Anas bin Malik RA). Bayangkan... hanya dengan bersilaturahim kita mendapatkan dua rahmat sekaligus, subhanallah!

4 silaturahim:

ikan-laron-semut | December 25, 2009 at 1:43 AM  

mari kita terus menjaga silaturahim..

ENENG OCHA | December 25, 2009 at 3:08 PM  

iya, mari saling mengingatkan untuk mengutamakan silaturahim, dalam bentuk apapun yang diridhoi Allah SWT

Miftahgeek | December 26, 2009 at 1:03 AM  

kok covernya beda ama yang di bioskop y mba.. :D

ENENG OCHA | December 26, 2009 at 2:49 PM  

aquw dapetnya itu dari browsing-an, cariin atuh... :D

Tu comentario será moderado la primera vez que lo hagas al igual que si incluyes enlaces. A partir de ahi no ser necesario si usas los mismos datos y mantienes la cordura. No se publicarán insultos, difamaciones o faltas de respeto hacia los lectores y comentaristas de este blog.