3.6.09

ANGELS AND DEMONS


Mbak-e selalu menyemangati aku untuk nonton ini, yang katanya keren banget!, yang katanya alur ceritanya ga ketebaklah, pokoknya biar aku penasaran .... hehe.. kira-kira gtu ya mbak?

Okelah, aku tonton ini film, tapi kok setelah nonton filmnya, menurut aku :
1. Alur film-nya ketebak, yang kata mbak-e akhirnya tuh beda banget dari yang diduga, tapi semenjak adegan dobrak-dobrakan di ruangan Paus yang didalemnya ada Camerlengo Patrick McKenna (Ewan McGregor) dan Kepala Keamanan Vatikan (lupa namanya), disitu aku udah yakin antagonisnya jelas si Camerlengo ini! Maybe karena aku kebanyakan film-film yang berbau intrik kali ya, hehehe!
2. Selama satu jam pertama aku masih interest, tapi setelah itu aku nguap berkali-kali karena alurnya kok jadi dibuat bertele-tele, bukannya aku merasa penasaran dengan adegan apa yang akan terjadi berikutnya (sori to say mba...)
3. Judul dengan alur film ko buat aku tidak saling menguatkan ya? memang sih kalo ditelek-telek lagi, bahwa ini kaya somekind musuh dalam selimut yang berusaha menghancurkan dari dalam, tapi ternyata kebenaran masih dapat terwujud. Gtu kan?


Film ini bermula dari sebuah indikasi yang muncul di sebuah badan intelegensi Vatikan bahwa sesuatu yang berupa mitos menjadi nyata, yaitu Illuminati, sebuah kelompok bawah tanah yang menentang paham gereja Vatikan dengan semua pemikiran ilmu pengetahuan yang jauh lebih logis. Jadi film ini intinya agama versus ilmu pengetahuan. Kaum illuminati ini ingin meniadakan paham gereja karena dianggap sudah tidak relevan pada jamannya untuk diganti ke paham mereka. Hal ini muncul bersamaan dengan akan dilakukan proses penggantian Paus Vatikan yang baru.


Tapi pada akhirnya, wacana Illuminati ini hanyalah skandal yang sengaja diangkat oleh satu oknum sehingga pada akhirnya bisa menjadi sesuatu yang sangat menguntungkan bagi Camerlengo. Di satu sisi, pemikiran licik dan sadis Camerlengo memang patut diacungi jempol, karena rencana yang dia susun sedemikian rupa dengan menyewa pembunuh bayaran (yang juga sudah saya duga di awal film) untuk membunuh keempat kandidat kuat calon Paus, membunuh mereka di tempat-tempat yang merupakan tempat bersejarah bagi kaum Illuminati yang membuat repot si tokoh utama Robert Langdon (Tom Hanks)untuk berpikir panjang menemukan lokasi-lokasinya dimana saja dan berharap bisa menemukan masing-masing kandidat dalam keadaan hidup. Masing-masing kandidat Paus akan dieksekusi dengan elemen tanah, api, udara dan air. Robert hanya berhasil menyelamatkan satu kandidat terakhir, yaitu yang akan dieksekusi dengan elemen air.

Tokoh Camerlengo dari awal memang hanya ingin kekuasaan, bagaimana bisa menguasai Vatikan tetapi usianya yang menjadi hambatan utamanya. Maka disusunlah rencana hebatnya dengan mem-blow up mitos Illuminati dan diakhir skenario yang ia buat menjadi seorang pahlawan Vatikan dengan menyelamatkan Vatikan dari rencana bom mematikan, sebuah temuan terbaru dari pusat riset nuklir, yang dinamakan "antimateri". Rencana Camerlengo mestinya berhasil kalo saja tidak ada sabotase kecil yang dibuat oleh Paus terdahulu. Ternyata di ruangan Paus dipasang kamera tersembunyi lengkap dengan rekam suaranya, sehingga semua kejadian disana dapat diketahui, termasuk kejadian antara Camerlengo dan kepala keamanan Vatikan. Dari situlah terbongkar semuanya, sehingga rencana yang semula sangat mulus menjadi hancur berantakan, dan mengetahui rencananya terbongkar, maka Camerlengo berusaha kabur and... end up he burn himself up. What a pitty!


Saya sempet curiga nih, karena yang namanya film hollywood, biasanya akan direkayasa sedemikian rupa sehingga film ini menjadi komersil. Curiganya, kok film ini buat aku kok... "ga utuh" ya? Apa gara-gara aku belum sempet baca bukunya maka aq ga terlalu tertarik dengan filmnya? Setelah silaturahim yang manis banget dari mbak-e ^_^ aku langsung kesini deh, dan ketahuan deh..... ada beberapa part dari novel yang dihilangkan dan beberapa alur cerita diubah untuk mendapatkan ending yang bisa diterima masyarakat kale ya... Tapi belum tentu bisa diterima sama nalar kita.

Yang membuat aku tertarik akan film ini dan membuat reviewnya adalah pemikiran Dan Brown yang menulis novel ini dan menjadikan novel ini best seller. Tidak banyak yang mau membuat sebuah novel kemudian diadaptasi ke sebuah film yang isinya menjadikan agama sebuah kontroversi. Karena memang dalam hidup ini memang penuh dengan intrik, terutama untuk mempertahankan keyakinan kita sendiri.

2 silaturahim:

mama divy | June 9, 2009 at 5:40 PM  

alooo.. thans atas review nya.. hihi aku abis baca review mu jd tersadarkan kembali bhw beda2 kepala dab beda personality, jelas beda dalam menikmati sebuah film. Bisa jadi aku tempo hari bilang ini film bgus banget, itu memang ungkapan yg sangat subyektif secara 1. aku penggemar berat novel2 dan brown, 2. aku penggemar cerita2 sejarah religi dn segala konspirasi nya, that's why aku sangat menikmati setiap alur cerita film ini 3. aku sangat menikmati view negara italia / rome sepanjang film ini, krn ini salah satu negeri yg paling aku impikan untuk kukunjungi... so, memang sangat subyektif sekali penilaian setiap orang, tergantung interest setiap orang itu.... sprt aku yg gak gitu suka film passengers (aku anggap agak membosankan) sedangkan kamu suka :) ... btw, mbak Maya punya reviw yang cukup menarik untuk film ini, inget kan, dia yg review Wanita Berkalung Sorban tempo hari ... happy reading :
http://smritacharita.blogspot.com/2009_05_01_archive.html

ENENG OCHA | June 9, 2009 at 6:41 PM  

hehehehe... untuk ide ceritanya, seperti yang aku bilang di blog, memang fascinating, tapi alur yang dibuat di film ini bikin aku 'agak' boring, hehehe... tapi over all.. bagus...! ^_^

Tu comentario será moderado la primera vez que lo hagas al igual que si incluyes enlaces. A partir de ahi no ser necesario si usas los mismos datos y mantienes la cordura. No se publicarán insultos, difamaciones o faltas de respeto hacia los lectores y comentaristas de este blog.