20.2.09

ONE VIEW ON THE BUS

.................................................................................................................................


This view I saw when I was came home from work at the afternoon, bis yang kunaiki penuh banget so mau gak mau aku harus berdiri dan berdesak-desakan dengan penumpang lain. Sebelah kananku sih ok aja, ada dua orang ibu-ibu yang sedang asik ngobrol yang aku sendiri gak tau apa topiknya tapi yang jelas sangat menarik bagi mereka.

Tetapi…. Di sebelah kiriku, hmm.. gimana yah… Bingung ceritanya, khawatir jadi kaya ngomongin orang!!! Hehehehe… Di sebelah kiriku ada pasangan yang sedang memadu kasih,,, Yup! Gag ada yang bisa kuceritakan selain itu dan sedikit advice: “CAPE DEEHHH!!! Emang kaga ada tempat lain yang lebih baik apa buat pacaran?!! HEH!”
Sang cewe ngelendat-ngelendot gag jelas ke cowonya sambil cekikikan soik imut gitu… Bener deh, aku tidak melebih-lebihkan… Tetapi itu yang terjadi…

Daripada mengotori hati lebih dalam, aku mencari pemandangan lain yang lebih bermanfaat untuk kulihat. Dan aku mengalihkan pemandanganku tepat di hadapanku, hmm… Ada seorang bapak yang lebih beruntung dariku karena mendapatkan tempat duduk. Dia duduk di dekat jendela dengan kondisi terkantuk-kantuk.

Keperhatikan dia membawa beberapa lembar keset rumah yang kemungkinan besar dugaanku untuk dijual. Kayanya sih dia baru mau pergi untuk menjualnya di pasar, karena kondisi bapak itui masih fresh, tidak seperti pedagang yang biasanya kulihat dengan pakaian yang (maaf..) lecek ketika mereka akan pulang ke rumah.

Kondisi di bis ketika itu memang agak hangat dan untuk beberapa orang mungkin bisa dibilang panas mengingat betapa hectic dan padatnya bis saat itu. Kulihat bapak itu mengelap peluhnya dengan bajunya, sambil terus melihat ke luar jendela. Nampaknya dia enggan melihat ke dalam bis dan pemandangan di luar menjadi lebih baik baginya.
Barang jualannya kulihat terbungkus rapat oleh plastik transparan yang dipangkunya. Walau mukanya letih karena perjalanan, tetapi ada harapan untuk bisa menjual habis dagangannya itu.

Ya Allah… Senang melihat cahaya harapan itu, memberikan aku tambahan semangat menghadapi masalahku sendiri. Untuk kalangan jetset penghasilan bapak ini memang tidak ada apa-apanya, tetapi sangat berguna bagi keberlangsungan hidup keluarga bapak ini.

Kudoakan semoga dagangannya laris manis ya Pak…!!! Laris manis dalam sekejap! Amin.

3 silaturahim:

fadlie | March 1, 2009 at 3:47 PM  

wah, ternyata pelajaran yang paling berharga adalah melihat sesuatu dari sudut pandang yang positif, insyaallah dimana ada usaha disitu ada jalan... artikel yang menarik

My Hijab | March 5, 2009 at 11:33 AM  

makasih bang... ^_^

jeqos | March 29, 2009 at 1:54 PM  

nice story... itulah kehidupan disekitar kita... thx sudah mengangkatnya dan menjadikny hidangan yg cukup menarik bagi saya... beruntunglah bapak tua itu karena telah mendapatkan doa yg tulus hehe... pak... moga lancar ya usahanya saya ikut mendoakan...dan saya mengucapkan terimakasih telah brjuang untuk keluarga bapak.. bwt yg nulis blog...thx banget... mg tulisannya makin menggugah...dan tetap menggugah...

Tu comentario será moderado la primera vez que lo hagas al igual que si incluyes enlaces. A partir de ahi no ser necesario si usas los mismos datos y mantienes la cordura. No se publicarán insultos, difamaciones o faltas de respeto hacia los lectores y comentaristas de este blog.