5.1.09

HARI YANG CERAH TAPI PANAS

.................................................................................................................................
“Lin, anterin mamah cari tas yuk!” Samar-samar kudengar mamah bicara padaku. “Ok Mah…” balasku lemah karena baru tertidur sekitar tiga jam. Tak lama setelah mandi dan berpakaian, berangkatlah kita ke suatu tempat yang konon merupakan pusat tas terbesar di Bogor. Belum hilang penatku karena hawa panas di luar karena kami menggunakan angkot untuk perjalanan kesana, wuiihhh…!!! Ternyata pemandangan yang aku lihat, banyaknya manusia yang berkumpul di tempat ini.

MAKIN PUYENG DEH…!!! Hiks….

Pemandangan di depanku tuh, buanyaak banget orang-orang yang lagi pada semangat memilih-milih tas untuk mereka beli. Gak pandang bulu, baik laki-laki or perempuan, semuanya tumplek disitu buat nyari tas yang mereka inginkan untuk diri sendiri or maybe mereka hadiahkan untuk orang lain, or gak menutup kemungkinan juga dijual kembali dengan margin harga yang menguntungkan.

Haduuhh… PUSING BENERAN DEHH….!!!

Tapi… tahan… tahan… HARUS KUAAATT! Karena aku lagi sama mamah! Kucoba bertahan sampai akhirnya terbiasa dengan keadaan sekitar, mulai deh ikutan milih-milih tas, kali aja ada yang kecantol dan kusuka!!! ^_^

Kalo boleh aku ceritain, tas-tas udah ga pada tempatnya,,, BERSERAKAN DI LANTAI,,, Tas-tas yang semestinya ada di rak-rak yang telah disediakan oleh pihak penjual ehh,,,, ini malah di berserakan, tumpah ruah di lantai.

Pikiran nakalku, “Waahh… Kayanya abis ada yang berantem rebutan tas nih… !“ Hehehehe!

Aku berputar-putar sekitar 30 menit untuk menyeleksi setiap tas yang aku lihat, atau aku pegang dan mengeceknya jika memang aku tertarik dengan modelnya. Tapi…. Gak ada yang bener-bener aku suka!!!

Ketika bertepatan di menit-menit terakhir ketika aku hampir menyerah, aku melihat model dan motif tas yang aku anggap menarik dan bisa jadi salah satu koleksi tas di kamarku nih! Belum sempat aku pegang tas itu, yaaahh… ternyata ada dua orang perempuan yang memegangnya dan mengamatinya. Sempat kecewa, tetapi langsung terbersit, “EIIITTSS…. Jangan patah arang! Mereka belum tentu jadi beli, AWASI TERUSS!!!”

Hahahaha… maka dengan gaya gerilya, aku terus mengamati dan mengawasi mereka yang sedang menimang-nimang tas mana yang diambil. Aku berpura-pura melihat tas yang lain sambil tetap berada di wilayah jangkauan terdekat sehingga kalo mereka taruh tas itu,,, LANGSUNG AKU SERGAP!!! Hehehehe serem amat yaah,,, Biarin deh lebay biar kesannya gmanaaa getoohh!

Setelah memantau sekitar 5 menit, aku lihat mereka akhirnya memutuskan untuk mengambil tas yang aku inginkan,,,, HIKSS! Putus sudah harapanku… Aku langsung lapor ke mamah kalo tas inceranku sudah raib diambil orang lain. Tapi mamah tak menyerah!
Mamah kemudian mendekati kedua orang itu sambil MENGAMATI DENGAN SANGAT SEKSAMA tas yang kuincar, setelah itu langsung kembali ke hadapanku dan bilang, “Kayanya mamah liat tas kaya gitu di depan deh!”. Tanpa tunggu komando lagi kita langsung menuju ke arah depan dimana banyak tumpukan tas yang berserakan dan langsung ngubek-ngubek tas-tas yang ada disitu.

Mamah yang pertama kali melihat dua tas dengan motif yang sama tetapi modelnya berbeda. Aku sukaaaa keduanya,,,, tapi melihat kondisi keuangan aku harus pilih salah satulaah!!! Seneng banget bisa nemuin dua tas yg lucuuuu,,, !!!

Tapi… tunggu dulu,,, kok perasaan seperti ada yang mengintai aku yaah… eh salah… mengintai tas yang aku pegang… Ada satu ibu yang kelihatan tertarik banget sama tas yang aku pegang. Aku sih pura-pura belum menyadari karena aku sedang fokus berpikir, berkonsentrasi, bermeditasi kira-kira diantara dua tas ini mana yang lebih sesuai dengan kepribadianku dan pastinya MATCHING dengan gayaku! Hehehehe… teuteuuuuP!

Ibu itu terus berada di dekatku, sepertinya mengharap secepatnya salah satu tas itu jatuh ke pangkuannya. Aku emang mau pilih salah satu sih,,, aku timang-timang, aku banding-bandingin, aku pilih-pilih sambil terus berkutat di depan kaca,,,,Hmm… yang mana ya??? Memang motifnya sama, cuma beda model aja. Sepertinya ibu itu mulai tidak sabar dan akhirnya menegurku, “Mau pilih salah satu ya Mba, saya mau deh yang mana aja, soalnya sudah habis.” GOTCHA!!! Hehehehe, dalam hati aku berujar, “Iya Bu, aku udah nyadar dari tadi kok ibu menggumam dengan keras, yahh yang dipegang mba itu baguss yang lain modelnya ga suka!”

Dan…. akhirnya aku pilih yang lebih girly menurut pandangan aku and memilih yg menurutku lebih baik dr tas yang satunya lagi. Setelah menentukan pilihan, mamah langsung mengingatkan, “Tas yang gak kamu pilih kasih aja ke ibu yang tadi, kasian dari tadi nungguin terus”

“Ok Mah.. Tapi, kemana ibu tadi?” Aku mencari-cari dan sempet bingung juga melihat muka orang-orang yang ada disitu, sementara orang-orangnya kan buanyak banget! Gak berapa lama akhirnya aku bisa mengenali jilbab yang ibu itu kenakan. Dan tanpa piker panjang aku langsung tegur, "Ibu,,, masih mau yg ini?"

Dan yang bikin aku terkejut, reaksi ibu itu,,,, Hahahaha… kalo saja aku tidak ingat tata karma aku akan tertawa di depan wajahnya, soalnya sembari aku menegurnya dan menjulurkan tas yang tak kupilih, dia langsung rebut tas itu...

Ya! Benar merebut dalam artian harfiah, yaaahhh mungkin dia khawatir tas yang kusorongkan akan diambil orang lain ^_^

Tadinya judul awal kan aku cuma bersifat nganter, yang mau cari tas mamah ehhh,,,akhirnya malah aku yang beli tas. Memang benar kata orang tua dulu, konon katanya kalo mau beli sesuatu jangan diniatin. Tau deh bener ato gak….

Tapi perjalanan gak berhenti sampai disini, mamah belum puas karena belum mendapatkan apa yang dia cari dan akhirnya meminta aku menemaninya kembali ke pusat tas yang tersohor di Jalan Raya Tajur. Setelah kembali menyeleksi bahan buruannya, yang dalam hal ini adalah tas (hehehe…!!), kami berputasr-putar melihat-lihat sekitar 20 menit, daaan…. Mamah menemukan satu kandidat. Lalu kita berputar-putar lagi, sampai akhirnya mamah menyerah dan tas yang menjadi kandidat tadi juga dilepas dan kami pun beralih ke tempat sandal dan sepatu. Sepuluh menit kemudian mamah memutuskan berubah haluan dan akhirnya membeli sandal dan sepatu sekaligus.

0 silaturahim:

Tu comentario será moderado la primera vez que lo hagas al igual que si incluyes enlaces. A partir de ahi no ser necesario si usas los mismos datos y mantienes la cordura. No se publicarán insultos, difamaciones o faltas de respeto hacia los lectores y comentaristas de este blog.