4.10.08

Cara Aman Agar Sholat Tenang Ketika ke Masjid :D

Thursday, October 2nd, 2008


Hehehe….
Pas liat foto ini aku cuman cengengesan aja… ^_^
Tapi bener juga, walo cuma sandal jepit ato sandal mahal sekalipun harus diusahakan biar gak ilang, apa lagi di mesjid pas sholat jumat. Wiiihh… itu juga kata tmen-temenku seh… pasti aja ilang walo cumin sandal jepit, sandal yang butut banget baru kaga ilang, hi hi hi!

Memang untuk sebagian orang hal kaya gini lebay alias berlebihan, ‘cuman sandal jepit doang, pake digituin segala! Kalo sandal bagus and mahal, baru pantes digituin’

Tapi…
Pernahkah kamu kembali berpikir, kalo ternyata seseorang yang memiliki sandal ini, untuk membeli sendal aja dia harus menyisihkan sebagian uangnya dan bahkan mengorbankan salah satu jadwal makannya? Jadi kalo sampe ilang dia bener-bener harus menyisihkan kembali uangnya untuk membeli sepasang sandal jepit. Sementara untuk sebagian dari kita mungkin tidak perlu bersusah payah jika hanya membeli sepasang sandal jepit yang maksimal harganya Rp. 10 ribu-an.

Terkadang foto seperti ini yang menimbulkan sedikit sisi kemanusiaan dari diriku, dan kembali membuat aku tetap berpikir untuk selalu melihat ke bawah dibandingkan membayangkan kehidupan mewah yang hanya bersifat duniawi. Bahwa masih banyak di luar sana yang masih kurang beruntung dariku. Bahwa masih banyak yang masih berpikir bagaimana caranya bisa makan nanti siang. Bahwa masih banyak ayah-ayah di luar sana yang pulang ke rumah di malam hari membawa sebungkus nasi untuk kelima anaknya yang kelaparan sementara sedari pagi sang ayah belum makan.

Dan banyak momen-momen yang aku pikirkan bahkan aku saksikan terkadang di jalanan yang membuatku selalu bersyukur padaMu ya Allah. Ada keinginan untuk membantu mereka, tapi apa yang kupunya? Hanya tenaga yang kupunya, tapi apakah bisa membantu mereka?

Sempat aku membantu dengan tenagaku bersama teman-teman sukarelawan yang lain. Kurasakan nikmat yang tak terkira mengalir di dalam hatiku. Senang, bahagia, haru, sedih, bangga, campur aduk jadi satu. Rasa syukur yang tak putus muncul ketika melihat senyum mungil di wajah mereka satu persatu. Ya Allah.. mereka masih kecil… tapi sudah harus merasakan kepahitan dunia. Ingin rasanya kurangkul semua untuk kubantu. Ingin rasanya kuberikan apa yang mereka butuhkan, semuanya. Tapi… saat ini rasanya gak mungkin….

Hanya doa… hanya doa saja yang dapat kuberikan untuk mereka. Semoga mereka dapat menjadi orang-orang dengan pribadi yang sholeh yang bisa merubah nasib mereka menjadi lebih baik. Amin.

Image taken from http://www.myqgaleri.org/

0 silaturahim:

Tu comentario será moderado la primera vez que lo hagas al igual que si incluyes enlaces. A partir de ahi no ser necesario si usas los mismos datos y mantienes la cordura. No se publicarán insultos, difamaciones o faltas de respeto hacia los lectores y comentaristas de este blog.